Kejaksaan Bergerak Soal Alun-alun Pataraksa Cirebon, Pulbaket dan Puldata Sudah Dikerjakan

Kejaksaan Bergerak Soal Alun-alun Pataraksa Cirebon, Pulbaket dan Puldata Sudah Dikerjakan

Gapura Alun-alun Pataraksa Cirebon sebelum ambruk peresmian. Foto:-Andri Wiguna-Radar Cirebon

Ivan menambahkan, bahwa Kejari Kabupaten Cirebon tidak melakukan pendampingan pada proyek Alun-alun Pataraksa. 

BACA JUGA:Asah Kreativitas, Mahasiswa PGSD IPB Cirebon Gelar Pentas Seni dan Drama

BACA JUGA:Capai Transaksi Tertinggi, Agen BRIlink Dapat Reward dari BRI Cabang Majalengka

Pada tahun 2023, Kejari hanya melakukan pendampingan pada dua proyek di Kabupaten Cirebon. Proyek GOR Watubelah dan TPAS Kubangdeleg.

Lebih lanjut Ivan menegaskan, bahwa Kejaksaan akan mengedepankan profesionalitas dan terbuka terkait peristiwa di Alun-alun Pataraksa.

“Kami tidak melihat siapa dan apanya, kita fokus di aspek hukumnya saja. Selama kita benar, jangan takut. Kejaksaan akan profesional menangani persoalan ini," ujarnya.

Peristiwa ambruknya gapura Alun-alun Pataraksa mendapat perhatian secara luas. Termasuk oleh Anggota DPRD Jawa Barat, Bambang Mujiarto.

Dia mendesak agar penanganan insiden ambruknya gapura Pataraksa dilakukan dengan serius sehingga tidak terulang di kemudian hari. 

Bambang juga memiliki sejumlah catatan pasca peristiwa tersebut. 

Pertama, memberikan nilai minus untuk pelaksana proyek. Sebab apa yang dikerjakan tidak sesuai yang diharapkan.

“Ini tentu membuat kita kecewa, baru diresmikan kok bisa kejadian seperti ini? Kami mendesak ada audit menyeluruh yang dilakukan terhadap proyek ini, baik untuk tahap pertama maupun tahap kedua,” kata Bambang.

Sementara itu, audit sudah direncakanakan. Akan dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten Cirebon menggandeng LPJK bersertifikat kementerian.

Namun demikian, audit bisa terhambat lantaran ada material yang hilang dari Alun-alun Pataraksa. Yaitu, material gapura yang ambruk.

Inspektur Kabupaten Cirebon Iyan Ediyana mengatakan, dirinya terkejut ketika datang ke lokasi dan tidak mendapati puing-puing material gapura yang ambruk.

“Harusnya jangan diangkutin dulu materialnya.Tunggu audit dan pemeriksaan agar ketahuan apakah speknya sesuai atau tidak. Sehingga nanti bisa disimpulkan, kesalahannya apakah di perencanaan atau ketika pelaksanaan," tutur Iyan Ediyana dilansir dari Harian Radar Cirebon. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: