Ketua DPRD Sophi Zulfia Resmi Menjabat Ketum IPSI Kabupaten Cirebon

Ketua DPRD Sophi Zulfia Resmi Menjabat Ketum IPSI Kabupaten Cirebon

Sophi Zulfia kini resmi menjabat sebagai Ketua Umum IPSI Kabupaten Cirebon.-Andri Wiguna-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM – Sphi Zulfa resmi menjabat Ketua Umum (Ketum) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Cirebon.

Sophi dilantik sebagai Ketua IPSI Kabupaten Cirebon usai terpilih dalam Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) yang digelar di Pendopo Bupati Cirebon, Senin, 24 Februari 2025.

Pelantikan ini menandai babak penting bagi dunia pencak silat di Kabupaten Cirebon. 

Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia dikenal sebagai pemimpin yang progresif, tegas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan potensi daerah, termasuk di bidang olahraga.

BACA JUGA:Warga Tutup Pintu Masuk Pelabuhan Cirebon, Mengancam Gelar Aksi Lebih Besar Jika Tuntutan Tak Dipenuhi

BACA JUGA:Umin Hilang di Perairan Indramayu sejak Jumat Pekan Lalu, Tim SAR Masih Melakukan Pencarian

Kini, dengan kepemimpinannya di IPSI, harapan besar tertuju pada kemajuan pencak silat di Cirebon, baik dari segi pembinaan atlet, peningkatan prestasi, maupun pelestarian budaya.

"Pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga identitas budaya yang harus kita jaga dan kembangkan. Dengan kepengurusan yang solid dan dukungan dari semua pihak, saya yakin IPSI Kabupaten Cirebon akan semakin maju dan melahirkan atlet-atlet berprestasi," ujar Sophi dalam sambutannya.

Pencak silat di Kabupaten Cirebon telah lama menjadi salah satu cabang olahraga yang diperhitungkan, dengan atlet-atletnya sering mengukir prestasi di tingkat provinsi dan nasional. 

Memantapkan posisi Cirwbon sebagai daerah penghasil atlit pencak silat berprestasi.

BACA JUGA:Demo Mahasiswa Cirebon Tolak Danantara, Disebut Akan Tambah Menyengsarakan Rakyat

BACA JUGA:Danantara yang Baru Diresmikan Presiden Prabowo Langsung Viral, Sebetulnya Lembaga Apa?

Namun diakuinya, tantangan utama yang dihadapi IPSI saat ini adalah minimnya fasilitas latihan yang memadai. 

Di samping itu, keterbatasan anggaran pembinaan serta belum maksimalnya perhatian terhadap kesejahteraan atlet dan pelatih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: