Terkait Stok Pangan, Komisi 4 DPR RI Minta Kepala Daerah Jujur dan di Kroscek
Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. DR. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., -Andre Mahardika-radarcirebon.com
MAJALENGKA, RADARCIREBON.COM - Terkait laporan stok pangan kepada Presiden Prabowo Subianto, Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. DR. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., meminta para Gubernur, Bupati dan Walikota untuk jujur dalam memberi laporan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat hadir diacara panen raya nasional yang dipusatkan di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.
"Saat panen raya di Majalengka, semua gubernur yang melakukan dialog dengan presiden itu laporannya bagus-bagus dan bikin senang Pak Prabowo. Saya harap ini jujur, maka perlu dikroscek," tegasnya, Senin, 7 April 2025 malam.
Guru besar IPB University menjelaskan, Presiden Prabowo dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman sudah menunjukkan keseriusan dalam upaya mewujudkan swasembada pangan.
BACA JUGA:Raperda PUG Terkendala RAD
Yakni memastikan kebijakan pangan dengan meningkatkan produksi komoditas utama seperti beras, jagung, kedelai dan gula, hingga melampaui kebutuhan nasional.
"Kerja Presiden Prabowo sangat bagus. Ia tampaknya ingin mencapai dua tujuan. Pertama, ingin memastikan kebijakan pangan dengan meningkatkan produksi. Ini termasuk komoditas utama seperti beras, jagung, kedelai dan gula. Pemerintah ingin produksinya melampaui kebutuhan nasional," ujarnya.
Ia menambahkan, Presiden ingin petani, nelayan dan peternak sejahtera. Pemerintah bicara soal pangan dalam jangka panjang, bukan hanya beberapa tahun.
"Keberlanjutan adalah kuncinya, semoga saja laporan gubernur akurat. Mereka mengklaim peningkatan tingkat dari 0,5 menjadi 2 kali per tahun. Kita perlu memeriksa apakah laporan itu benar atau tidak," jelas Politisi PDI Perjuangan ini.
BACA JUGA:Sophi Cek Langsung Jalan Rusak dan Pastikan Peningkatan Jalan Gebang-Pabuaran Jadi Skala Prioritas
Oleh karenanya, Prof. Rokhmin menekankan pentingnya kemandirian dan kedaulatan pangan. Ia optimistis pada produksi beras dan jagung juga harus mengikuti.
Dimana pada tahun ini, produksi beras diharapkan melebihi permintaan nasional, Namun, distribusinya tidak merata.
"Jawa sering kali surplus. Daerah seperti NTT, kadang terjadi kekurangan. Logistik dan distribusi perlu mendapat perhatian," ucapnya lagi.
Lebih daripada itu, salah tantangannya adalah memperbaiki transportasi dan logistik. Sehingga, jangan biarkan tengkulak mengeksploitasi sistem.
"Tindakan Presiden Prabowo bersama dengan Menteri Pertanian, patut diapresiasi," tutupnya.
BACA JUGA:Sakit Hati Dihina Bertahun-tahun, Pemuda di Kuningan Aniaya Paman Pakai Golok
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


