Tekan Risiko Bencana Banjir

Tekan Risiko Bencana Banjir

CILEDUG-Basarnas Bandung bekerjasama dengan Petakala Grage berupaya menekan dampak bencana banjir. Mereka menggelar pelatihan bersama penanganan bencana banjir di sekitar Sungai Cisanggarung dan Lapangan Desa Ciledug Wetan, Sabtu (5/12) dan Minggu (6/12). Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat yang berada di daerah aliran Sungai Cisanggarung dan juga Komunikas Penanggulangan Risiko Bencana serta Komunitas SAR di Jawa Barat. Kepala Kantor Basarnas Bandung, Anggit Mulyo Satoto MM mengatakan latihan bersama penanggulangan bencana banjir ini sengaja dilakukan sesuai dengan permintaan langsung masyarakat. “Khususnya di kawasan Sungai Cisanggarung. Ini berawal dari media sosial para aktivis lingkungan dan masyarakat yang menginformasikan bila setiap tahunnya masyarakat bermasalah dengan banjir,” jelasnya. Anggit memandang pelatihan pada masyarat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisanggarung menjadi hal yang perlu. Apalagi pada awal 2014 lalu, pantura sempat tenggelam karena luapan Cisanggarung. “Dari obrolan di media sosial itu kami merasa terpanggil untuk bersama-sama memberdayakan masyarakat yang ada di sini,”ujar Anggit. Dijelaskan Anggit, masyarakat tidak hanya bisa mengandalkan Basarnas saat banjir datang. Masyarakat, kata dia, harus mandiri. Apalagi jumlah personel Badan SAR di Jawa Barat sangat terbatas. Hanya sekitar 80 orang. “Belum algi kami harus membagi personel yang sedikit itu ke daerah rawan banjir dan longsor. Jelas kami akan kerepotan. Maka dari itu dibutuhkan masyarakat yang mandiri agar mereka bisa menangani persoalannya,” ungkapnya. Adapun materi yang disampaikan dalam pelatihan itu adalah bagaimana menghadapi bila ada permasalahan di air, membantu memberi pertolongan pada warga yang hanyut, teknik rips dan juga membuat rantai manusia untuk menjangkau korban hanyut. Selain itu teknik mendayung termasuk juga menolong orang dengan papan atau batang juga diajarkan. “Yang agak berat adalah pertolongan langsung ketika warga bersentuhan langsung dengan korban yang hanyut. Karena biasanya korban yang jatuh di air itu panic dan cenderung merangkul penolongnya,” jelasnya. Sementara salah satu peserta, Anwar mengatakan pelatihan bersama penanggulangan risiko bencana banjir ini sangat diperlukan bagi warga masyarakat di sekitar DAS Cisanggarung. (den)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: