Waspadai Pungli BPPT

Waspadai Pungli BPPT

Jajat Diminta Perbaiki Citra Instansi yang Dipimpinnya KUNINGAN - Keberadaan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Kuningan sejak munculnya sejumlah kasus IMB (Izin Mendirikan Bangunan), masih terus menjadi sorotan berbagai pihak. Sorotan kali ini tertuju pada Kepala BPPT baru, Ir H Jajat Sudrajat MSi pengganti H Aang Karim. Para pemerhati di Kabupaten Kuningan meminta Kepala BPPT baru dapat meminimalisir kasus pungutan liar (pungli) pada badan tersebut. ”Selama ini saya mendengar banyak keluhan dari pemohon perizinan soal pungli. Mereka merasa keberatan, tetapi tetap tidak ingin permohonannya dipersulit. Akhirnya ya terpaksa,” ungkap Wakil Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Kuningan (Uniku), Rio Kencono kepada Radar, Kamis (12/8). Ia juga mendengar banyak permainan kotor dalam pengeluaran perizinan. Usaha yang tidak semestinya tidak layak menerima izin, tetap perizinannya keluar. Jika terus dibiarkan, persoalan tersebut akan menjadi penghambat kemajuan Kuningan. Para investor yang akan berinvestasi akan takut duluan. Untuk itu, kepala BPPT yang baru harus menjadi semangat baru bagi BPPT. Selama ini, sorotan terhadap BPPT di publik begitu kental. ”Ini menjadi tugas kepala BPPT baru untuk mengembalikan citra baik BPPT. Terutama dalam menghindari pungli. Saya yakin pak Ajat mampu,” tandasnya. Disisi lain, serah terima jabatan Kepala BPPT dari Drs Aang Karim kepada Ir H Jajat Sudrajat MSi berlangsung di Aula BPPT, kemarin (12/8). Serijab disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan Drs Nandang Sudrajat MSi. Dalam sambutannya, Aang Karim tidak banyak mengeluarkan kalimat. ”Saya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan semua selama saya memangku jabatan sebagai Kepala BPPT. Tidak lupa saya ucapkan selamat kepada Ir H Jajat Sudrajat. Saya berharap kepala baru dapat membawa BPPT menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya. Di tempat yang sama, Kepala BPPT baru, Ir H Jajat Sudrajat memohon dukungan kepada semua pihak agar bisa membawa BPPT menjadi lebih baik. Mantan staf ahli bupati tersebut menyadari bahwa BPPT mempunyai tugas untuk langsung melayani masyarakat, sehingga dibutuhkan kerja keras dan kerjasama yang baik. ”Hal itu agar pelayanan yang diberikan tersebut bisa memuaskan masyarakat,” ujar Ajat. Sementara itu, Sekda Drs Nandang Sudrajat mengungkapkan bahwa rotasi dalam sebuah birokrasi merupakan hal yang biasa. Setiap birokrat harus siap untuk ditempatkan di mana saja. ”Terus tingkatkan pelayanan di BPPT, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” harap Nandang. (tat)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: