Viral di Indonesia, Pencuri Jantung Pisang yang Diborgol Ternyata di Kamboja

Viral di Indonesia, Pencuri Jantung Pisang yang Diborgol Ternyata di Kamboja

FOTO dua polisi bersama seorang pria dengan tangan terborgol tiba-tiba viral di jagat media sosial Indonesia. Rata-rata para pengguna media sosial mengkritik sikap aparat yang ada dalam foto tersebut. Mereka menuding hukum di Indonesia hanya tajam pada rakyat miskin, tapi tumpul terhadap kaum berada. Sepertinya, pria yang tangannya diborgol itu tertangkap karena mencuri jantung pisang. Sebab, dalam foto tersebut tergambar adanya barang bukti berupa onggokan jantung pisang. Berbagai status akun di media sosial menunjukkan bahwa para netizen menganggap peristiwa itu terjadi di Indonesia. Misalnya, status yang di-posting akun Facebook Arry (arie.firmansyahadjzah). Pada 24 Agustus 2017 Arry mengunggah foto polisi yang menangkap pencuri jantung pisang. Status di foto, kejadian itu seolah ada di Indonesia. “Wahai oknum yang terhormat, pantaskah kamu menangkap orang yg ngambil jantung pisang di hutan?” Begitu penggalan status yang ditulis akun Arry. Akun tersebut juga seolah mengerti betul keadaan pria yang diborgol. Menurut dia, demi menghidupi keluarga, pria itu mencari jantung pisang di hutan setiap hari untuk dijual ke pasar. Hasilnya untuk membeli segenggam beras. Status dan foto Arry itu sangat viral. Hingga kemarin (26/10) sudah dibagikan 20.879 kali. Sebanyak 25 ribu facebooker juga menanggapi status tersebut dengan memencet aneka emoji yang tersedia. Kebanyakan memencet emoji “sad” dan “angry”. Kalau lebih jeli, para netizen segera sadar bahwa foto itu bukan menggambarkan peristiwa di Indonesia. Minimal dari seragam yang digunakan dua aparat di samping pria dengan tangan terborgol, bisa ditebak bahwa keduanya bukan polisi Indonesia. Memang, mencari asal usul foto itu di mesin pencarian tak mudah. Hasil pencarian lewat Google Images juga kurang efektif. Foto serupa kebanyakan terdeteksi dari akun-akun media sosial dan blog Indonesia. Hanya ada satu sumber situs luar negeri yang mengunggah foto tersebut. Yakni situs Thaihothit.com. Pada 6 Juni 2015 situs itu pernah mengunggah foto tentang polisi yang menangkap seorang terduga pencuri jantung pisang. Fotonya persis dengan yang disebarkan sejumlah netizen asal Indonesia. Sayang, tulisan asli dalam Thaihothit berbahasa Thailand. Koran ini berupaya mengalihbahasakan tulisan dalam bahasa Thailand itu lewat fitur Google Translate. Dalam terjemahan bahasa Indonesia, judul tulisan yang dibuat Thaihothit berbunyi, “Kritik Drama! Menangkap Orang Miskin Mencuri Semak”. Diceritakan dalam foto itu kejadian penangkapan tersebut tidak di Thailand. Melainkan di Kamboja. Untuk memastikan lagi, Jawa Pos (Radar Cirebon Group) mencari bentuk pakaian polisi Kamboja. Ternyata hasilnya persis dengan yang ditulis Thaihothit. Dua aparat dalam foto tersebut memang menggunakan pakaian polisi Kamboja. Topi, badge di lengan kiri, dan lencana di dada kiri memang identik dengan atribut kepolisian kamboja. Jadi, kalau nanti Anda menemukan teman yang ikut membagikan foto di atas, jangan ikut-ikutan terjebak. Jangan percaya itu kejadian di Indonesia. Apalagi ikut menyumpahi aparat di Indonesia. Justru, yang Anda perlu lakukan ialah mendoakan si pembuat hoax itu agar segera sembuh dari kegilaannya. (gun/eko/c10/fat)   Fakta: - Foto penangkapan pencuri jantung pisang yang sedang viral tidak menggambaran kejadian di Indonesia. Tapi peristiwa di Kamboja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: