Beredar Hoax soal Terompet Penyebar HIV dan Kanker

Beredar Hoax soal Terompet Penyebar HIV dan Kanker

TAHUN baru tinggal hitungan minggu. Hoax terkait pergantian tahun pun mulai disebar. Salah satu di antaranya, menyangkut penggunaan trompet tahun baru yang rentan menularkan penyakit kanker hingga HIV. Pesan palsu soal penyakit yang tertular lewat trompet tahun baru itu menyebar di grup-grup WhatsApp. Agar meyakinkan, si pembuat kabar mencatut nama dr Boyke. Dokter yang juga dikenal sebagai seksolog itu. “Mengingatkan saja kata dr Boyke…: Hati-hati dengan terompet ya.” Begitu pesan pembuka dari informasi hoax tersebut. Menurut si pembuat pesan, selama ini banyak yang tidak tahu bahaya trompet yang digunakan oleh hampir seluruh penduduk bumi dalam merayakan pergantian tahun. Narasi bahaya penularan penyakit lewat trompet itu sangat meyakinkan. Trompet yang dijual di pasaran telah mengalami berbagai uji mulut. Dimulai ketika trompet selesai dibuat oleh pembuatnya. Juga ketika dicoba oleh si penjual. Tidak tertutup kemungkinan juga dicoba oleh calon pembeli. “Para calon pembeli yang sekedar pilih-pilih bisa jadi mereka menghidap kanker mulut, kanker lidah, kanker darah, hepatitis, dan penyakit menular lain atau bahkan menghidap virus HIV/AIDS,” tulis si pembuat pesan. Selanjutnya, penerima pesan diminta untuk membayangkan betapa cepatnya penyebaran virus yang tidak terlihat mata itu. Betapa mengerikan efek jangka panjang yang ditimbulkan oleh sebatang trompet. Berdasar penelusuran Jawa Pos (Radar Cirebon Group), pesan mulai banyak disebar ke media sosial. Ada yang berupa screenshot dari tampilan WhatsApp. Ada juga teks dalam status Facebook. Di Facebook, Anda bisa menemukan pesan itu di-posting oleh fan page “Vitaminnya Para Juara Kelas”. Ketua Tim Medik AIDS Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga-RSUD dr Soetomo Dr dr Erwin Astha Triyono SpPD KPTI FINASIM mengatakan, informasi bahwa ludah yang tertinggal di trompet bisa menyebarkan HIV/AIDS dan kanker tidak benar. “Yang paling mungkin, penyebaran HIV itu lewat seks dan narkoba suntik,” tegasnya. Itu berarti HIV tersebut paling banyak di cairan darah, vagina, dan sperma. Penularan HIV juga melalui empat tahap. Virus harus keluar, jumlah virus itu cukup, harus hidup, dan adanya pintu masuk. “Untuk terompet sebenarnya tidak ada pintu masuk ke orang berikutnya sehingga tidak mungkin terjadi penularan,” ujar pria yang juga menjadi dosen di FK Unair itu. Hal yang sama berlaku pada informasi bahwa ludah di trompet bisa menularkan kanker. “Kanker itu bukan infeksi sehingga tidak mungkin menularkan. Yang menularkan itu yang infeksi. Baik karena virus maupun bakteri,” jelas Erwin. Mungkin penyakit yang bisa menular lewat kontak air liur di trompet adalah herpes. Sebab, herpes bisa menular lewat kontak langsung dengan penderita. Jadi untuk HIV dan kankernya aman. Tetapi, penularan lewat air liur juga tidak bisa serta merta seperti itu. Sebab, virus yang ada di air liur bisa saja mati seiring dengan mengeringnya air liur di udara terbuka. Oleh karena itu, Erwin menyarankan masyarakat yang ingin membeli trompet lebih baik membersihkan dahulu sebelum mencobanya. Bisa cukup dengan menggunakan tisu basah atau cairan antiseptik yang mengandung alkohol rendah. (gun/eko/lyn/c4/)   Fakta: - HIV tidak disebarkan leat air liur, tetapi melalui darah. Kemungkinan penyakit akibat terompet mungkin herpes.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: