Kursi Paus-Erdogan Jadi Bahan Provokasi

Kursi Paus-Erdogan Jadi Bahan Provokasi

BAHAN hoax bernuansa SARA yang tersebar di Indonesia bisa datang dari mana saja. Tak hanya terkait kejadian di dalam negeri. Kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Paus Fransiskus pun laku sebagai bahan provokasi di tanah air. Lihat saja posting-an fan page Bakher Muslim Media pada Jumat siang (9/2). Dia mem-posting foto paus ketika menjamu Erdogan di sebuah meja kerja. Foto itu, sepertinya, dia dapat dari akun-akun berbahasa Arab. Dalam foto, selain terlihat paus dan Erdogan, juga tampak beberapa orang lain, sepertinya para staf Paus Fransiskus. Seorang di antaranya tampak memegang kursi putih. Kursi tersebut lebih sederhana dan kecil daripada yang diduduki Erdogan. Nah, keberadaan kursi itulah yang dijadikan hoax. Menurut Bakher, Erdogan menolak duduk di kursi kecil yang biasa digunakan paus untuk menyambut pemimpin negara lain. Begini status yang diunggah fan page Bakher. “Erdogan datang ke Vatikan jumpa Baba (Pop) Vatikan. Kursi tamu lebih kecil dari pada kursi Pop tu, (dalam bulatan tu) Erdogan tolak, Tak mahu duduk, dia mau kursi yg sama besar dgn pop, Pengawal Pop kata, Semua pemimpin dunia yang datang jumpa pop, duduk kursi tu. Erdogan kata meskipun pemimpin negara di dunia duduk kursi itu, tetapi tidak untuk Pemimpin Negara Turkey. Dia menjaga izzah lslam.” Kalimat itu terjemahan dari bahasa Arab yang menyertai foto Paus Fransiskus dan Erdogan. Bukan hanya Bakher yang mem-posting foto dan informasi keliru tersebut. Ada banyak akun lain yang melakukan tindakan serupa. Tapi, ada juga yang sudah merevisinya karena sadar unggahannya ternyata hoax. Ya, deskripsi yang ditulis akun Bakher Muslim Media memang keliru. Kursi kecil itu memang bukan untuk Erdogan. Sejak awal paus mempersilakan Erdogan duduk di kursi yang modelnya serupa dengan yang didudukinya. Tayangan dari televisi France24 berikut bisa menjadi referensi Anda untuk melihat kejadian yang sebenarnya. Kami telah membuatkan link pendeknya di http://bit.ly/HoaxPaus. Penjelasan Bakher bahwa paus biasanya memberikan kursi yang lebih kecil untuk tamunya juga sesat. Pencarian fakta yang dilakukan Jawa Pos (Radar Cirebon Grup) menunjukan bahwa kursi yang diduduki tamu paus selalu sama dengan yang ditempatinya. Coba saja searching “Pope meets President”, akan muncul foto-foto paus menerima tamu negara lain, yang angle-nya sama saat bertemu Erdogan. Misalnya, saat Paus Fransiskus menerima kunjungan Presiden Cuba Raul Castro. Atau ketika pemimpin Vatikan itu bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Hal yang sama dilakukan paus sebelum-sebelumnya. Misalnya pada 2007, Paus Benedict bertemu dengan pemimpin Arab Saudi Raja Abdullah. Ah…mungkin pengelola fan page Bakher memang kurang ngopi. (gun/c10/fat) Fakta; - Kursi kecil di ruangan Paus Fransiskus memang bukan untuk Erdogan. Sejak awal presiden Turki itu dipersilakan duduk di kursi yang ukurannya sama dengan tempat paus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: