Pertamina Siap Kelola Blok Rokan

Pertamina Siap Kelola Blok Rokan

JAKARTA-  PT Pertamina (Persero) telah mengajukan proposal untuk mengelola Blok Rokan di Riau. Blok tersebut saat ini masih dikelola Chevron Indonesia yang kontraknya akan berakhir pada 2021. Direktur Hulu PT Pertamina Syamsu Alam mengatakan, pihaknya telah memberikan proposal alih kelola beserta syarat dan ketentuan yang diinginkan perusahaan kepada pemerintah. “Kami melihat kalau mendapatkan 100 persen dan jadi operator memungkinkan dari segi peraturan menteri (permen),” kata Syamsu, akhir pekan lalu. Aturan tersebut adalah Permen 23/2018 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi yang akan berakhir kontrak kerja samanya. Dalam aturan itu, menteri ESDM dapat memperpanjang kontraktor lama, diserahkan ke Pertamina, pengelolaan bersama kontraktor lama dan Pertamina, serta lelang. Jika proposal tersebut disetujui, yang dipakai adalah skema bagi hasil atau gross split sesuai dengan aturan yang ada. “Kami ikuti aturan saja. Itu kami diskusikan, kan ada base variabel dan progresif. Komponen itu kan yang ada di permen,”  ujar dia. Porsi bagi hasil dalam kontrak gross split tertuang dalam Permen ESDM 8/2017 yang sudah direvisi menjadi Permen ESDM 52/2017. Aturan itu menyebutkan persentase bagi hasil minyak untuk kontraktor adalah 43 persen dan sisanya pemerintah. Sedangkan bagi hasil gas sebanyak 48 persen untuk kontraktor dan 52 persen pemerintah. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto memastikan, pengumuman pemenang pengelola Blok Rokan akan disampaikan akhir bulan ini. Menurut dia, pengelola blok tersebut akan dipilih yang mampu memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi negara. Meski, Pertamina maupun Chevron memungkinkan secara bersamaan untuk mengelola blok tersebut. Blok Rokan yang dikelola Chevron merupakan blok dengan produksi migas terbesar di Indonesia. Dalam APBN 2018, target lifting minyak bumi dari Blok Rokan mencapai 213,555 ribu barel per hari. Sayang, selama semester pertama 2018, produksi minyak bumi Blok Rokan harus puas di posisi kedua dengan capaian 207,148 ribu bopd. Sedangkan produksi minyak bumi terbesar pada periode tersebut merupakan Blok Cepu yang dikelola Exxon Mobil Cepu Ltd sebesar 209,922 ribu bopd. (vir/c10/oki)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: