Demokrat Gugat John Berthelsen, Artikel Asia Sentinel Dihapus

Demokrat Gugat John Berthelsen, Artikel Asia Sentinel Dihapus

Media asing, Asia Sentinel diduga telah menghapus sebuah laporan berjudul Indonesia\'s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy yang mengungkap skandal pencurian uang pembayar pajak senilai 12 miliar dolar Amerika Serikat yang diduga dilakukan rezim pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal ini diketahui saat radarcirebon.com mencoba mengakses kembali laporan tersebut melalui linkhttps://www.asiasentinel.com/politics/indonesia-sby-government-criminal-conspiracy/, pada pukul 16.12 pagi, Sabtu (15/9/2018). Di situ tertulis laman tidak bisa ditemukan atau tertulis \"PAGE NOT FOUND 404\". Tanda “404 Not Found” lahir tatkala link yang diklik tak mengarah ke dokumen/data/informasi apapun. Ada banyak penyebabnya, ejaan link yang salah atau lokasi penempatan dokumen telah berpindah. Laporan tersebut ditulis John Berthelsen dan sebelumnya dipublikasikan Asia Sentinel pada Selasa (11/9/2018) lalu. Berthelsen mengungkap dugaan tersebut berdasarkan laporan penyelidikan setebal 488 halaman yang diajukan ke Mahkamah Agung Mauritian. Sebanyak 30 pejabat pun diduga terlibat dalam skandal yang bermula dari kasus Bank Century, termasuk Wakil Presiden RI periode 2009-2014 Boediono.

\"\"
Bukan cuma itu, Berthelsen secara gamblang juga menyebut aliran dana skandal Century yang ramai pada 2009 lalu ini masuk ke kas Partai Demokrat. Ia menulis: \"Pendirian dan bangkrutnya PT Bank Century TBK diduga menjadi pusaran sebagian besar kasus yang dimuat dalam laporan tersebut. Pailit pada 2008, Bank Century akrab dikenal sebagai \"bank-nya SBY\" karena diyakini menyimpan dana gelap yang terkait dengan Partai Demokrat.\" Laporan ini pun menyebar dengan cepat di lini masa media sosial dan diperbincangkan warganet Indonesia, karena mengingatkan kembali skandal besar yang sempat diselidiki DPR melalui Pansus Hak Angket Century yang diketuai Politikus Golkar, Idrus Marham pada 2009. Sebelumnya, Partai Demokrat menggugat media Asia Sentinel karena dianggap menulis berita fitnah terkait keterlibatan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam skandal Bank Century. \"Karena berita ini penuh kebohongan dan fitnah, maka kami akan mengajukan GUGATAN terhadap Asia Sentinel dan penulisnya John Berthelsen,\" kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/9/2018). https://twitter.com/hincapandjaitan/status/1040600288925642753 Hinca menegaskan, tidak benar SBY dikatakan melakukan pencucian uang sebesar 12 Miliar dolar AS lewat Bank Century, seperti yang dimuat dalam artikel tersebut. \"Artikel Asia Sentinel yang ditulis John Berthelsen tersebut sepenuhnya tidak benar dan fitnah yang dibangun dari opini pribadinya,\" kata dia. https://twitter.com/hincapandjaitan/status/1040599018500317184 Hinca juga menyatakan bakal menggugat pihak-pihak yang turut mengamplifikasi pemberitaan Asia Sentinel tersebut. \"Bagi pihak-pihak di Indonesia yang juga ikut \"menggoreng\" dan menyebarluaskan berita yang tidak benar dan penuh fitnah ini akan kami ambil tindakan hukum yang sama,\" kata Hinca. Hinca menyatakan, pemberitaan Asia Sentinel yang diambil dari laporan penyelidikan setebal 488 halaman yang diajukan ke Mahkamah Agung Mauritian tidak sesuai dengan isinya. Lebih lanjut, Hinca menyatakan, Berthelsen sudah pernah menulis soal isi gugatan antara Weston dengan LPS pada November 2017 dan menurutnya di dalamnya sama sekali tidak menyebut nama SBY dan Partai Demokrat. Sementara terkait kasus Bank Century yang juga disebut dalam laporan tersebut, menurut Hinca, hasil audit BPK, hasil Pansus Angket Century di DPR, dan hasil penyidikan KPK sama sekali tidak menyebut aliran dana ke SBY dan Demokrat. (*)
\"\"
         

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: