Penataan Panjunan Ditunda

Penataan Panjunan Ditunda

CIREBON – Sejumlah proyek besar di Kota Cirebon tertunda karena wabah corona virus disease (Covid-19). Salah satunya penataan kawasan Pesisir Panjunan. Merujuk rencana awal, seharusnya tahap awal berupa sosialisasi sudah selesai Maret dan April pekan pertama pekerjaan fisik dimulai.

Kepala Badan Perencaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D), M Arif Kurniawan ST mengatakan, sampai saat ini belum ada pemberitahuan dari pemerintah pusat terkait kelanjutanan proyek penataan pesisir. “Mau lanjut atau ditunda, kita belum tahu,” kata Arif, kepada Radar Cirebon, Rabu (8/4).

Dia meyakini, pekerjaan ini tetap berjalan. Sebab, sumber pembiayaannya dari Asian Development Bank (ADB), bukan bersumber dari APBN.

Yang jelas, agenda sosialisasi belum bisa dilakukan. Mengingat tidak boleh dilakukannya pengumpulan massa dalam jumlah banyak.

Atas kondisi yang tidak menentu ini, Pemerintah Kota Cirebon sudah melayangkan surat ke Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR), bahwasannya pemerintah kota Cirebon belum bisa sosialisasi ke warga masyarakat karena wabah Covid-19. Rencananya, sosialisasi baru akan dilakukan sambil nunggu kondisi benar-benar aman.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon, Khaerul Bachtiar membeberkan, luas lokasi yang akan dilakukan penataan di RW 01 dan RW 10 Kelurahan Panjunan adalah 17,72 hektare.

Data 17,72 hektare berdasarkan Keputusan Walikota Cirebon 663/ Kep.133-DPRKP/2018 tentang perubahan kedua keputusan Walikota Cirebon 663/ Kep.70-Bappeda/2015 tentang penetapan lokasi perumahan kumuh dan permukiman kumuh di Kota Cirebon. Kemudian anggaran dari APBN, antara Rp10-13 Miliar.

Ia menilai, sejauh ini masyarakat di 2 RW bersikap responsif. Sebagaian besar menyadari, bahwa lokasinya akan dilakukan penataan. Meskipun Khaerul sendiri mengakui, belum melakukan sosialisasi perihal rencana tersebut kepada warga terdampak. (abd)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: