Apa Arti Kata Idul Adha? Sejarah dan Cara Memaknai Hari Raya Qurban
Arti Idul Adha, sejarah dan cara memaknainya.-Pixabay -
RADARCIREBON.COM - Idul Adha salah satu dari dua hari raya besar dalam Islam selain Idul Fitri.
Pada hari ini merupakan momentum untuk melaksanakan ibadah qurban yang berulang setiap tahun.
Sejarah hari raya qurban ini bermula ketika Nabi Ibrahim yang bersedia mengorbankan putranya atas nama Allah SWT kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan domba.
Kata Idul Adha sendiri berasal dari kata ‘id dan adha. Id berakar pada kata aada-ya’uudu yang artinya menengok, menjenguk, atau kembali, sedangkan kata adha bermakna qurban.
BACA JUGA:Jabar Tertarik Furikake, Olahan Pangan Khas Jepang yang Bisa Cegah Malnutrisi
BACA JUGA:Idul Adha 2025 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Penjelasan Lengkap versi Muhammadiyah
Mengutip dari situs Kemenag RI, Idul Adha adalah gabungan kata “Idul” dan Adha.
Kata ‘Id diambil dari bahasa Arab ‘aada (yauudu) yang artinya ‘kembali’, sedangkan ‘Adha’merupakan jamak dari ‘adhat’ yang berasal dari kata ‘udhiyah’ yang artinya ‘kurban’.
Jadi Idul Adha dapat diartikan ‘kembali berkurban’ atau hari raya penyembelihan hewan kurban.
Ibadah Qurban sendiri merupakan aktivitas yang sakral dan tidak semata hadir ketika suatu teks ajaran keagamaan diturunkan.
BACA JUGA:Resmi, Cek Libur Lebaran Idul Adha 2025 menurut Pemerintah
BACA JUGA:Inilah Top 3 Makanan Khas Idul Adha yang Dijamin Enak dan Banyak Penggemarnya
Ritual ini lahir dari sejarah yang bermakna perjuangan dan pengorbanan seorang ayah untuk anaknya, lebih tepatnya Nabi Ibrahim untuk putranya, Ismail.
Selain itu perayaan Idul Adha juga sering diistilahkan Lebaran Haji, lho! Mengapa demikian?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


