Aceng Sudaman: PGRI Kabupaten Cirebon Harus Dipimpin Sosok yang Paham Dunia Pendidikan
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Cirebon, Aceng Sudaman SH.-Samsul Huda-radarcirebon.com
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Dinamika Konferensi Kabupaten (Konkab) PGRI Kabupaten Cirebon periode 2025- 2030 kian panas.
Terlebih saat kubu Yeyet Nurhayati SPd mengklaim telah mengantongi dukungan 30 Cabang PGRI.
Pertarungan antara Ronianto dan Yeyet Nurhayati di Konkab PGRI Kabupaten Cirebon pun jadi perhatian serius praktisi pendidikan.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Cirebon, Aceng Sudarman SH menyoroti dinamika dalam pemilihan ketua PGRI.
BACA JUGA:Hadiri Ultah PPDI ke-19, Herman Khaeron Berjanji Perjuangkan Nasib Perangkat Desa di DPR RI
BACA JUGA:5 Teh Herbal yang Dapat Turunkan Kadar Gula Darah Secara Alami
BACA JUGA:Diduga Ada Praktik Prostitusi Terselubung di Cirebon Timur, Raden Hamzaiyah Minta Pemkab Lakukan Ini
Menurutnya, posisi ketua PGRI secara struktural rupanya memiliki kedudukan yang cukup prestisius.
"Yeyet juga bagus, baik-baik saja. Dia juga paham, hanya saja secara derajat, Kadisdik memang lebih tinggi. Sejauh ini, beliau yang dipercaya oleh Bupati," ujar Aceng, Jumat 20 Juni 2025.
Menurutnya, bupati memberikan kepercayaan lebih kepada Kadisdik maju dalam Konkab PGRI Kabupaten Cirebon.
Mungkin ini juga yang menjadi dasar peningkatan rasa percaya diri bagi Kadisdik untuk ikut maju sebagai calon ketua PGRI.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih nanti, apakah itu petahana atau wajah baru harus memiliki rekam jejak kuat dalam organisasi PGRI dan mampu membawa dunia pendidikan Kabupaten Cirebon tetap kondusif dan progresif.
BACA JUGA:Aturan Jam Malam untuk Pelajar Disosialisasikan oleh Pemerintah Kelurahan Kesenden Kota Cirebon
BACA JUGA:Ungkap Kasus Curanmor di Arjawinangun, Satreskrim Polresta Cirebon Tangkap 2 Residivis, 1 DPO
BACA JUGA:Ada Bahaya Kesehatan Mengintai, KKI Desak Pemerintah Buat Aturan Penggunaan Galon Air Isi Ulang
"Maka, yang perlu ditekankan adalah pentingnya memilih figur yang benar-benar memahami dunia pendidikan untuk memimpin PGRI ke depannya," terang Aceng.
"Siapa mereka? Tentunya mereka yang selama ini aktif mengelola dunia pendidikan, seperti di Dinas Pendidikan," ungkapnya.
Ia berharap Konkab PGRI Kabupaten Cirebon periode 2025–2030 berjalan kondusif dan menghasilkan kepengurusan yang mampu menjaga harmoni dan memajukan sektor pendidikan.
"Saya tidak mendukung siapa-siapa. Namun, jika dinilai keduanya sama-sama memiliki kapasitas dalam dunia pendidikan," ucapnya.
"Semua punya peluang yang sama. Kalau Kadisdik, beliau adalah pemimpin pendidikan," katanya.
"Tapi kalau Yeyet terpilih lagi, itu karena memang sudah lama berkecimpung di PGRI. Yang terpenting, siapa pun yang terpilih nanti, bisa membawa dunia pendidikan menjadi lebih kondusif," tegasnya.
Sebelumnya, Konkab PGRI Kabupaten Cirebon itu akan digelar pada 23–24 Juni 2025 di gedung PGRI Kabupaten Cirebon.
BACA JUGA:DPC KAI Kota Cirebon Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis Untuk Masyarakat, Cek Lokasinya!
BACA JUGA:KAI Daop 3 Cirebon Lakukan Pemagaran Sterilisasi Stasiun, Ini Tujuannya..
Selain memilih ketua (F1), agenda utama juga mencakup pemilihan wakil ketua (F2).
Ketua Panitia Konkab PGRI Kabupaten Cirebon, Yusuf MPd melalui sekretarisnya Dr Jajuli SPd mengungkapkan, proses penjaringan calon ketua dilakukan melalui pengusulan atau dicalonkan oleh pengurus cabang dan ranting PGRI di seluruh kecamatan.
Dari hasil penjaringan, muncul 11 nama kandidat ketua. Namun, setelah proses verifikasi, hanya 10 nama yang memenuhi syarat.
“Dari 10 nama itu, yang paling kuat dan mendapat sorotan adalah dua sosok yakni Ibu Yeyet Nurhayati sebagai petahana dan Pak Ronianto sebagai Kepala Dinas Pendidikan," ujar Jajuli. (sam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

