Ok
Daya Motor

Selasa dan Rabu Depan Akan Terjadi Fenomena Astronomi Istiwa A’zam, Berikut Penjelasannya..

Selasa dan Rabu Depan Akan Terjadi Fenomena Astronomi Istiwa A’zam, Berikut Penjelasannya..

Fenomena astronomi Istiwa A'zam, bisa digunakan untuk mengukur ulang arah kiblat.-kuasembalun.com-

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Pertengahan pekan depan atau tanggal 15 dan 16 Juli 2025 mendatang, akan terjadi fenomena astronomi Istiwa A’zam.

Fenomena Istiwa A’zam, yakni saat matahari melitas tepat diatas kubus Ka’bah di Kota Mekkah, Arab Saudi.

Diketahui, Ka’bah oleh umat Islam dijadikan pusat kiblat atau arah untuk mengerjakan kewajiban sholat lima waktu dan sholat sunnah lainnya.

Dalam fenomena tersebut, akan terjadi bayangan benda yang berdiri tegak luruh diatas tanah datar akan menunjuk arah yang berlawanan dengan arah kiblat.

BACA JUGA:Turnamen Antardesa Berpeluang Cetak Pemain Timnas, Erwan Tawarkan Kompetisi Tingkat Provinsi

BACA JUGA:Sebanyak 13 Sekolah Rakyat Rintisan di Jabar Siap Beroperasi

BACA JUGA:Dorong Pelajar Gemar Menabung Sejak Dini, Bupati Cirebon Resmikan Lembaga Ini

Oleh sebab itu, Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan, terjadinya fenomena astronomi tersebut bisa dijadikan wahana untuk mengukur ulang atau kalibrasi arah kiblat.

Dalam keterangan resminya, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan, berdasarkan kajian ilmu falak, terdapat berbagai metode untuk menentukan arah kiblat, antara lain:

  • Menggunakan kompas
  • Theodolite atau alat optik presisi yang digunakan dalam survei dan pemetaan untuk mengukur sudut horizontal dan vertikal dengan sangat akurat.
  • Memanfaatkan fenomena Istiwa A‘zam.

“Peristiwa Istiwa A‘zam atau Rashdul Kiblat akan terjadi pada Selasa dan Rabu, 15 dan 16 Juli 2025, yang bertepatan dengan 19 dan 20 Muharam 1447 H, pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Pada saat itu, matahari berada tepat di atas Ka'bah,” ujarnya dikutip, Minggu 13 Juli 2025.

BACA JUGA:George Edwin Sugiharto Turun Tangan Bantu Pulangkan Jenazah Tasmi dari Malaysia

BACA JUGA:George Edwin Sugiharto Turun Tangan Bantu Pulangkan Jenazah Tasmi dari Malaysia

BACA JUGA:Maxi Pool & Cafe Hadir di Cirebon Timur, Upaya Ciptakan Industri Olahraga dan Atlet Biliar Berprestasi

Dijelaskan, fenomena Istiwa A’zam menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memastikan arah kiblat secara mudah, tanpa memerlukan keahlian atau alat bantu khusus.

“Di saat Istiwa’ A‘zam, siapa saja, tanpa perlu memiliki keahlian atau perangkat teknologi tertentu, dapat ‘meluruskan’ arah kiblatnya sendiri,” jelasnya.

Arsad mengatakan, peristiwa ini bersifat konfirmatif. Artinya, apabila arah kiblat yang selama ini digunakan sudah tepat, maka fenomena ini akan memperkuat ketepatan tersebut.

Namun jika masih ada keraguan, ini menjadi waktu yang paling ideal untuk memverifikasi arah kiblat.

Disebutkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengecekan arah kiblat saat Istiwa A‘zam.

  • Pertama, benda yang digunakan sebagai patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus, bisa dengan bantuan lot atau bandul.
  • Kedua, permukaan tempat pengecekan harus datar dan rata.

BACA JUGA:Pastikan Proses Pemulangan Jenazah Tasmi Lancar, Kapolres Ciko Datangi Rumah Almarhumah

BACA JUGA:Sukses Jadi Mata Pencaharian Warga Sekitar, Ini Kisah Klaster Usaha Tanaman Hias Binaan BRI

  • Ketiga, waktu pengukuran harus disesuaikan dengan waktu resmi, seperti yang dikeluarkan BMKG, RRI, atau Telkom.

“Ketepatan waktu sangat penting agar bayangan yang dihasilkan benar-benar mengarah sesuai posisi matahari yang sedang berada di atas Ka'bah,” sebutnya.

Dia menegaskan, fenomena Istiwa A’zam terjadi hanya dua kali dalam setahun. Maka, manfaatkan sebagai sarana edukatif sekaligus spiritual bagi umat Islam untuk menjaga akurasi arah kiblat dalam ibadahnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase