Pemilihan Ketua Karang Taruna Cirebon Jadi Sorotan, Pemuda Tuntut Keterbukaan
Luthfi Nur Wahid, pengurus Karang Taruna sekaligus penggerak pemuda Kota Cirebon.-DEDI HARYADI-RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Gelombang kritik dari kalangan pemuda Kota Cirebon menguat.
Sejumlah elemen pemuda dan kader Karang Taruna secara terbuka mempertanyakan transparansi pemilihan Ketua Karang Taruna Kota Cirebon yang dinilai berlangsung tertutup dan jauh dari semangat demokrasi.
Ketidakjelasan mekanisme pemilihan, minimnya informasi tahapan, hingga tidak terbukanya profil serta visi-misi calon ketua menjadi sorotan utama.
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam di tengah harapan besar pemuda akan lahirnya kepemimpinan baru yang progresif dan visioner.
BACA JUGA:Aksi Nyata Kemenag, Wujudkan Dakwah Ekoteologis Melalui Gerakan Tanam Pohon
BACA JUGA:BKPSDM Indramayu Lakukan Sidak, Ada ASN Bolos Kerja
BACA JUGA:Kepemimpinan Bupati Kuningan 'Melesat' Jauh, Ini Buktinya!
Karang Taruna yang seharusnya menjadi wadah strategis pengembangan generasi muda justru dinilai mengalami stagnasi.
Minim kegiatan, kurang terdengar kiprah di tengah masyarakat, serta belum menunjukkan peran signifikan sebagai mitra pembangunan Pemerintah Kota Cirebon.
Perwakilan pemuda Cirebon menegaskan, proses pemilihan pemimpin organisasi kepemudaan tidak boleh dilakukan di “ruang gelap”.
Seluruh kader dan publik berhak mengetahui siapa kandidat yang maju, rekam jejaknya, serta komitmennya dalam membangkitkan Karang Taruna.
“Kami tidak ingin pemimpin yang hanya muncul saat pemilihan, lalu menghilang tanpa program."
"Karang Taruna Kota Cirebon membutuhkan nakhoda yang siap bekerja, bergerak, dan menjadikan organisasi ini garda terdepan kekuatan pemuda,” tegas Luthfi Nur Wahid, pengurus Karang Taruna sekaligus penggerak pemuda Kota Cirebon, Sabtu 3 Januari 2026.
BACA JUGA:TransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase


