Daya Motor

Puasa Ramadan bagi Penderita GERD, Ini Fakta Medis yang Wajib Diketahui

Puasa Ramadan bagi Penderita GERD, Ini Fakta Medis yang Wajib Diketahui

Penderita GERD boleh puasa? Simak penjelasan dokter dan tips aman agar asam lambung tidak kambuh selama Ramadan. Panduan lengkap di sini.-Freepik-

RADARCIREBON.COMPuasa Ramadan sering menjadi tantangan tersendiri bagi penderita GERD atau penyakit asam lambung

Tidak sedikit yang merasa cemas, khawatir gejala seperti nyeri dada, sensasi terbakar di ulu hati, hingga rasa pahit di mulut akan semakin parah saat harus menahan makan dan minum selama lebih dari 13 jam.

Namun, benarkah puasa memperburuk kondisi asam lambung?

Menurut dr. Didi Prasetyo, SpPD-KGEH, spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi di RSUD Dr Moewardi, puasa pada dasarnya aman bagi penderita GERD. 

BACA JUGA:Inspeksi KAIS Jalur Utara di Daop 3 Cirebon, Perkuat Kesiapan Angkutan Lebaran 2026

BACA JUGA:Makin Gacor, Justin Hubner Masuk 3 Besar Bek Tengah U-23 Terbaik di Top 7 Liga Eropa

Bahkan, dalam kondisi tertentu, puasa justru dapat membantu memperbaiki pola makan dan mengurangi keluhan, selama dilakukan dengan cara yang tepat.

Apa Itu GERD?

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah gangguan pencernaan kronis yang terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus). 

Kondisi ini menyebabkan iritasi pada dinding kerongkongan dan menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA:Sikat Gigi Saat Puasa Ramadhan: Ini Hukum Lengkapnya Menurut Mazhab dan Tips Aman

BACA JUGA:Awal Puasa Ramadan 2026 Berpotensi Beda, Ini Penjelasan Lengkap Versi BRIN, Muhammadiyah, dan Pemerintah

Gejala paling umum dari GERD adalah heartburn atau sensasi panas dan perih di dada atau ulu hati. Selain itu, penderita juga sering merasakan:

  • Rasa asam atau pahit di mulut
  • Mual dan muntah
  • Perut kembung atau begah
  • Nyeri dada
  • Gangguan pernapasan pada kasus tertentu

Gejala ini bisa muncul kapan saja, terutama setelah makan dalam porsi besar atau mengonsumsi makanan pemicu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: