Dampak Konflik Global, Industri Asuransi di Cirebon Kian Selektif
Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Cirebon, Ludi Komaluddin Skm.-Apridista Siti Ramadhani-RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Gejolak geopolitik yang terjadi di Timur Tengah membuat industri asuransi kini jauh lebih selektif dan ketat dalam manajemen risiko, terutama untuk pertanggungan di wilayah konflik dan pelayaran strategis seperti Selat Hormuz.
Hal ini dilakukan untuk memitigasi adanya kerugian besar pada klaim asuransi.
Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Cirebon, Ludi Komaluddin Skm menuturkan, gejolak geopolitik di Timur Tengah kini menyebabkan sejumlah perusahaan asuransi lebeih selektif dalam manajemen risiko. Terutama pada perusahaan pengangkutan barang dan minyak mentah.
BACA JUGA:Asuransi Astra Raih Most Trusted Financial Brands 2026, Bukti Kepercayaan Publik Meningkat
"Dalam situasi tertentu penjaminan risiko perang dapat ditambhkan keembali ke dalam polis dengan premi tambahan, namun secara umum klausal perang (war exclusion clause) membatasi tanggung jawab perusahaan asuransi untuk risiko tersebut," paparnya.
Di Ciayumajakuning, beberapa perusahaan rangka kapal dan marine juga turut mengalami dampak.
Dampak utamanya meliputi kenaikan premi war risk, gangguan rantai pasok yang menurunkan volume pertanggungandan meningkatkan potensi klaim.
Secara umum, ketegangan politik ini juga berimbas pada menurunnya daya beli masyarakat terhadap produk asuransi. Kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok global.
BACA JUGA:Banjir Bisa Datang Tiba-Tiba, Asuransi Astra Ungkap Langkah Aman yang Wajib Diketahui
"Kondisi ekonomi juga saat ini sedang tidak baik, banyak masyarakat yang menunda memperpanjang asuransi di kondisi saat ini," ungakpnya.
Lanjutnya, di wilayah Ciayumajakuning produk asuransi kendaraan saat ini menjadi produk yang paling mendominasi. Namun saat ini pertumbuhanya menurun seiring dengan penjualan otomotif yang belum stabil.
Meski tengah dalam masa sulit ini, pihaknya menghimbau para pengusaha untuk tetap memiliki Kerjasama yang baik dengan suransi.
"Kami sebagai perusahaan asuransi berfungsi mengalihkan risiko finansial dari individu atau bisnis, untuk itu di masa seperti ini mengalihkan risiko pada perusahaan asuransi akan membuat perusahaan atau individu lebih tenang," pungkasnya. (apr)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

