Daya Motor

Peminat Warga Kota Cirebon Jadi PMI Kembali Bertambah

Peminat Warga Kota Cirebon Jadi PMI Kembali Bertambah

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa AP saat sosialisasi mengenai prosedur bekerja di luar negeri secara aman dan legal bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).-Abdullah-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Kenaikan kurs dollar terhadap rupiah tampaknya terus menjadi magnet bagi warga Kota Cirebon menjadi pekerja migran Indonesia (PMI).

Hal ini ditandai dengan naiknya jumlah warga Kota Cirebon menjadi PMI, jika pekan kemarin warga Kota Cirebon menjadi PMI sebanyak 132 orang, pekan ini naik menjadi 138 warga kota Cirebon yang menjadi PMI.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa AP disela sela mulai  sosialisasi mengenai prosedur bekerja di luar negeri secara aman dan legal bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Mengakui bahwasannya saat ini warga Kota Cirebon yang berminat bekerja diluar negeri dengan menjadi PMI terus meningkatkan. Apabila pekan kemarin 132 orang, pekan ini sudah bertambah menjadi 138 orang yang menjadi PMI. “Benar ada kenaikan warga Kota yang bekerja diluar negeri menjadi PMI,” ujar Ma’ruf.

BACA JUGA:Ibu Rumah Tangga Ditodong: Motor Dirampas, Pelaku Bersenjata Celurit telah Ditangkap

Untuk mengedukasi masyarakat tentang tata cara bekerja sebagai PMI secara prosedural, kata Ma’ruf, maka Baperkam 04 Kesambi Dalam kelurahan Drajat ini kami melakukan sosialisasi.

​agenda hari inii, kata Ma’ruf, merupakan langkah awal dari rangkaian edukasi yang akan disebarluaskan ke wilayah lain.
​"Hari ini hari pertama kami melakukan sosialisasi tentang bagaimana cara khususnya untuk pekerja migran yang ke luar negeri, bagaimana cara untuk aman dan yang terbaik tanpa kendala. Ini pertama di Kelurahan Drajat, nanti insyaallah akan kita lanjutkan di 21 kelurahan lain di Kota Cirebon," ujarnya.

​Kenaikan Kurs Dolar, kata Ma’ruf,  Jadi Daya Tarik. Karena Berdasarkan data terakhir, terdapat tren pertumbuhan jumlah PMI asal Kota Cirebon. Jika pada pekan sebelumnya tercatat sebanyak 132 orang, data pembaruan terkini menunjukkan angka tersebut telah meningkat menjadi 138 orang.

BACA JUGA:Pelaku Curanmor Ditangkap Polisi di Majalengka, 4 Tersangka Dibekuk dalam Operasi Jaran Lodaya 2026

Menanggapi pertumbuhan ini, Kadisnaker menilai salah satu pemicu utamanya adalah faktor penguatan mata uang asing.

"Saya kira dengan naiknyanya kurs dolar, ini jadi salah satu daya tarik. Karena biasanya kan salah satu motivasi warga masyarakat untuk bekerja di luar negeri itu salah satunya terkait dengan salary (gaji). Jadi kelihatannya kalau kurs dolar naik, ini juga akan meningkatkan motivasi untuk bekerja di luar negeri," tambahnya.

​Melalui program sosialisasi keliling ini, menurut Ma’ruf, Pemerintah Kota Cirebon berharap para calon tenaga kerja bisa mendapatkan informasi yang valid agar terhindar dari berbagai masalah hukum maupun administrasi di kemudian hari.

Disnaker menekankan pentingnya pemahaman prosedur yang benar, baik saat persiapan di dalam negeri maupun ketika sudah ditempatkan di negara tujuan. Terlebih lagi, para pekerja migran bukan hanya membawa nama baik diri sendiri, melainkan juga reputasi bangsa.

BACA JUGA:Google Maps Lakukan Perubahan Besar-besaran, Ada 8 Fitur Baru yang Mengejutkan

"Begitu kita sampai di luar negeri, bekerja di luar negeri, kita bukan hanya membawa nama pribadi, tapi juga membawa nama bangsa dan negara," pungkasnya.

Pengantar Kerja Ahli Muda, Muhammad Yani SH menambahkan, meningkatnya jumlah masyarakat yang bekerja di luar negeri secara prosedural akan membawa dampak positif yang signifikan. Yang jelas, kalau banyak yang berangkat ke luar negeri (secara legal), itu akan menguntungkan dan menambah devisa. Jadi itu akan menjadi keuntungan untuk kita.

​Selain memberikan pemahaman mengenai PMI yang aman, kata Yani, Disnaker juga memanfaatkan momentum ini sebagai wadah untuk menyerap aspirasi dan masukan langsung dari masyarakat. Masukan tersebut nantinya akan digunakan untuk menyusun program pelatihan kerja yang lebih tepat sasaran.

​Disnaker berharap program-program pelatihan yang disiapkan dapat menciptakan keterkaitan dan kesepadanan (link and match) antara kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang tersedia dengan kebutuhan riil di dunia industri. (Abd)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: