Daya Motor

Bupati Majalengka Dukung Kejaksaan Evaluasi SPPG, Soroti Standarisasi Menu Program MBG

Bupati Majalengka Dukung Kejaksaan Evaluasi SPPG, Soroti Standarisasi Menu Program MBG

Bupati Majalengka, Eman Suherman.-Dok. Baehaqi-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COMBupati Majalengka, Eman Suherman, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka yang melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Majalengka.

Menurut Eman, pemeriksaan yang dilakukan Kejaksaan tidak seharusnya langsung dikaitkan dengan adanya persoalan hukum. 

Sebaliknya, langkah tersebut perlu dipandang sebagai bagian dari evaluasi dan pengawasan agar pelaksanaan program strategis nasional itu semakin baik dan tepat sasaran.

"Saya mendukung jika Kejaksaan melakukan pemeriksaan. Jangan langsung dikonotasikan sebagai adanya persoalan hukum. Saya memahami langkah itu sebagai bagian dari evaluasi agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai ketentuan dan semakin baik," ujar Eman kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).

BACA JUGA:Prof Ali Zum Mashar dan Cita-cita Swasembada Kedelai dari Indramayu, Berpotensi Ubah Peta Pasar Global

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Bupati Majalengka dukung Kejaksaan evaluasi SPPG sebagai bentuk penguatan tata kelola program yang kini menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Evaluasi untuk Memperkuat Tata Kelola Program MBG

Eman menilai pengawasan dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait justru menjadi bagian penting dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai aturan. 

Dengan adanya evaluasi berkala, berbagai kekurangan yang ditemukan di lapangan dapat segera diperbaiki.

BACA JUGA:Ramalan 5 Shio yang Akan Hidup Mapan di Usia 30 Tahun, Sukses Sejak Muda hingga Kaya Raya

BACA JUGA:Gaji Guru Sulit Naik, Prabowo Ungkap Kebocoran Anggaran Negara Rp2.500 Triliun per Tahun

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Majalengka terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak. 

Sebab, tujuan utama program ini bukan sekadar menyalurkan makanan kepada siswa, tetapi juga memastikan kualitas gizi, kebersihan, keamanan pangan, dan distribusi yang tepat.

"Semua pihak harus memiliki semangat yang sama untuk melakukan perbaikan apabila masih ditemukan kekurangan. Program ini harus terus membaik," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait