Perumda Pasar Pantau Kenaikan Harga Ayam dan Telur Pascaberoperasinya MBG
Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon mencatat adanya kenaikan harga daging ayam ras dan telur ayam di pasar tradisional setelah program MBG kembali berjalan sejak Senin (13/7/2026).-Ade Gustiana-Radar Cirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon mencatat adanya kenaikan harga daging ayam ras dan telur ayam di pasar tradisional setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan sejak Senin (13/7/2026).
Plt Direktur Utama Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon, Winda Meliyana, mengatakan kenaikan harga memicu meningkatnya permintaan dapur umum MBG seiring berakhirnya masa libur sekolah.
Berdasarkan pantauan Perumda Pasar, harga daging ayam ras saat ini berada di kisaran Rp33 ribu hingga Rp34 ribu per kilogram. Sementara harga telur ayam ras mencapai sekitar Rp25 ribu per kilogram.
Menurut Winda, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan situasi saat libur sekolah dua pekan lalu. Ketika itu, harga ayam sempat turun hingga Rp28 ribu per kilogram, sedangkan telur berada di kisaran Rp21 ribu hingga Rp23 ribu per kilogram.
BACA JUGA: Musda Golkar Kuningan Diusulkan Agustus 2026, Dukungan untuk ASM Kian Menguat
“Saat libur sekolah, permintaan menurun karena dapur MBG tidak beroperasi. Sementara pasokan dari distributor cukup banyak sehingga harga turun,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Perumda Pasar mencatat pasokan komoditas unggas di tingkat distributor masih relatif stabil. Namun, meningkatnya kebutuhan untuk memasok program MBG membuat permintaan kembali menguat dan mendorong kenaikan harga.
Dari hasil pemantauan di lapangan, distributor menaikkan harga sekitar Rp300 per kilogram kepada pedagang. Meski demikian, sebagian besar pedagang belum menyesuaikan harga jual konsumen kepada.
“Pedagang masih menahan harga jual sehingga margin keuntungan mereka berkurang,” kata Winda.
BACA JUGA: Elkan Baggott Punya Klub Baru! Millwall Resmi Rekrut Bek Timnas Indonesia dari Ipswich Town
Perumda Pasar memperkirakan pergerakan harga sejumlah komoditas pangan masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan ke depan. Selain ayam dan telur, komoditas cabai juga menjadi perhatian karena memasuki musim kemarau yang dapat mempengaruhi produksi di tingkat petani.
Sebagai anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon, Perumda Pasar Berintan terus melakukan pemantauan distribusi dan ketersediaan stok di pasar tradisional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan tetap lancar dan mencegah terjadinya kelangkaan.
Selain pengawasan distribusi, Perumda Pasar juga mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3). Program tersebut dijadwalkan berlangsung minimal satu kali setiap bulan. Mobil Pangan Keliling (Mall Pangling) juga terus beroperasi setiap pekan untuk menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Winda mengimbau masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Menurutnya, pola konsumsi yang bijak akan membantu menjaga ketersediaan barang serta stabilitas harga di pasar tradisional Kota Cirebon. (ade)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

