Mahasiswa Sastra Jepang IPB Cirebon Didorong Kuasai Riset Sosiolinguistik
CEnDERamaTa: kaprodi sastra Jepang ipB Cirebon, nunik nur Rahmi Fauzah spd mHum (kanan) bersama Guru Besar Bahasa Jepang Upi Bandung, prof nuria Haristiani usai kuliah umum tentang penelitian sosiolinguistik Bahasa Jepang, sabtu (25/7) lalu.-IPB Cirebon-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Program Studi Sastra Jepang Institut Prima Bangsa (IPB) Cirebon terus memperkuat kualitas akademik mahasiswa melalui kegiatan kuliah umum.
Kali ini, prodi menghadirkan Guru Besar Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof Nuria Haristiani M.Ed. Ph.D., dalam kuliah umum bertajuk “Tren dan Isu Terkini dalam Penelitian Sosiolinguistik Bahasa Jepang: Peluang dan Tantangan bagi Mahasiswa”, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang G1 305 dan 306 Kampus Institut Prima Bangsa Cirebon tersebut diikuti seluruh mahasiswa Program Studi Sastra Jepang. Kuliah umum menjadi bagian dari upaya prodi memperkaya wawasan akademik mahasiswa sekaligus memperkenalkan perkembangan riset Bahasa Jepang yang terus berkembang.
Kaprodi Sastra Jepang Institut Prima Bangsa Cirebon, Nunik Nur Rahmi Fauzah SPd MHum, mengatakan, kegiatan tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman yang lebih luas mengenai kajian Sosiolinguistik Bahasa Jepang yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan penelitian.
BACA JUGA:Krisis Air Bersih di Indramayu, 700 Lebih KK di Balongan Andalkan Pasokan Air Tangki
"Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mengetahui tren penelitian sosiolinguistik bahasa Jepang yang berkembang saat ini. Harapannya mereka semakin termotivasi untuk melakukan penelitian yang berkualitas," ujarnya.
Menurut Nunik, kuliah umum tersebut memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai kajian sosiolinguistik bahasa Jepang, memperkenalkan perkembangan penelitian sosiolinguistik terapan, memotivasi mahasiswa mengembangkan penelitian linguistik, khususnya sosiolinguistik, serta membangun jejaring akademik dengan pakar dari perguruan tinggi terkemuka.
Ia menuturkan, kehadiran Prof Nuria Haristiani memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai berbagai peluang dan tantangan dalam penelitian bahasa Jepang. Materi yang disampaikan juga membuka ruang diskusi mengenai isu-isu kontemporer yang dapat dikembangkan menjadi topik penelitian.
"Mahasiswa terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait perkembangan penelitian sosiolinguistik bahasa Jepang," katanya.
BACA JUGA:Nobar Persib di Majalengka Gratis dengan Hiburan Seharian Penuh
Melalui kegiatan tersebut, Nunik menyebut bahwa mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan akademik, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta mampu menghasilkan penelitian yang relevan dengan perkembangan masyarakat dan dunia pendidikan.
Kuliah umum ini juga menjadi salah satu langkah Program Studi Sastra Jepang dalam memperkuat budaya riset sekaligus memperluas kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi bereputasi di Indonesia. (awr/opl)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

