Rumah Penjaga Marwah
Tantan Sulthon B MSos-Dok. Pribadi-RADARCIREBON.COM
Rumah bukan sekadar tempat berteduh, tapi tempat kenangan, nilai, dan harapan dirawat. Di ruang itulah, lahir rasa memiliki yang mengikat setiap generasi untuk saling menjaga dan menguatkan.
Oleh: Tantan Sulthon B, M.Sos. (Calon Ketua PWI Jawa Barat Periode 2026-2031)
Begitu pula rumah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat. Organisasi ini bukan sekadar tempat tinggal administratif, melainkan tempat Wartawan tumbuh, belajar, dan mengabdi kepada publik. Di dalamnya lahir persahabatan, idealisme, kreativitas, sekaligus semangat untuk terus meningkatkan kualitas profesi.
Setiap rumah yang kokoh pasti pernah menghadapi ujian. Begitu pula organisasi. Perbedaan pendapat, dinamika, bahkan pilihan, merupakan hal yang lumrah. Namun, semuanya tak boleh mengikis rasa memiliki. Justru di situlah kedewasaan organisasi diuji. Tembok organisasi dibangun untuk menguatkan, bukan menciptakan sekat yang memisahkan.
BACA JUGA:Piala Presiden Langsung Final, Benarkah? Cek Fakta Dulu!
Rumah yang sehat juga bertumpu pada budaya saling menghormati. Perbedaan pandangan hendaknya diselesaikan melalui musyawarah, bukan dipelihara menjadi perpecahan. Sebab, organisasi besar bukanlah tanpa perbedaan, melainkan yang mampu mengubah perbedaan menjadi kekuatan bersama.
PWI Jawa Barat punya sejarah besar melahirkan wartawan bernurani. Jejak itu menjadi modal berharga untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah. Ketika arus informasi bergerak semakin cepat dan teknologi mengubah cara berita diproduksi serta dikonsumsi, peran organisasi justru menjadi semakin penting.
Rumah PWI harus menjadi penunjuk arah saat pers berada di masa sulit. Ketika dunia media berubah begitu cepat, tantangan itu semakin besar. Teknologi mengubah cara berita diproduksi. Informasi berlomba dengan kecepatan. Kepercayaan publik diuji setiap hari.
Bill Kovach dan Tom Rosenstiel mengingatkan "tujuan utama jurnalisme adalah menyediakan informasi yang dibutuhkan warga agar tetap bebas dan mampu mengatur diri mereka sendiri." Kalimat itu tetap relevan, seberapa pun pesat perubahan teknologi.
BACA JUGA:Mayat Pria Ditemukan di Bendungan Karet Gunung Jati, Berawal dari Laporan 110
Marwah PWI tidak dibangun oleh usia organisasi ataupun papan nama, melainkan ketulusan para anggotanya dalam merawat kebersamaan, saling mendengar, menghormati perbedaan, dan menempatkan kepentingan profesi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Dari situlah kepercayaan publik akan terus tumbuh.
Sudah semestinya PWI Jawa Barat menjadi rumah bersama yang ramah bagi semua wartawan, baik junior maupun senior. Pintu rumah besar ini harus dibuka lebar untuk wartawan yang mau belajar, merangkul pendatang baru tanpa melupakan mereka yang telah mengabdi. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan untuk saling melengkapi. AsosiasiProfesi & Keahlian
Rumah juga harus menjadi tempat setiap penghuninya merasa aman untuk bertumbuh. Organisasi yang sehat bukan hanya melahirkan wartawan yang cakap, tetapi juga membentuk pribadi yang menjunjung tinggi etika, kejujuran, dan tanggung jawab kepada masyarakat.
Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, PWI Jawa Barat dituntut menjadi ruang belajar yang terus hidup. Organisasi harus mampu mendorong anggotanya beradaptasi dengan perubahan, tanpa kehilangan jati diri sebagai penjaga kebenaran dan penyaji informasi yang dapat dipercaya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

