Daya Motor

Jangan Jadi Penonton, SDM Cirebon Diminta Siap Hadapi Pertumbuhan Industri

Jangan Jadi Penonton, SDM Cirebon Diminta Siap Hadapi Pertumbuhan Industri

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Nurholis SPdI menjelaskan terkait kondisi lapangan kerja yang belum semuanya dapat diakses oleh masyarakat lokal, kemarin.-Samsul Huda-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Industri di Kabupaten Cirebon terus tumbuh. Perusahaan baru bermunculan. Tapi, tidak semuanya bisa diakses masyarakat. Terutama mereka yang berpendidikan rendah.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Nurholis SPdI mengatakan, pertumbuhan kawasan industri belum otomatis membuat seluruh masyarakat lokal mendapatkan pekerjaan.

Persoalannya, kata Nurholis, bukan pada jumlah perusahaan. Tetapi juga kesesuaian antara kebutuhan tenaga kerja dengan kemampuan masyarakat.

“Masih ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena keterbatasan pendidikan dan keterampilan,” ujar Nurholis, kepada Radar Cirebon, Senin (31/8).

BACA JUGA:Desa Slangit Langganan Krisis Air Bersih, Bupati Imron Gandeng Pusat Cari Solusi

Menurutnya, masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah, biasanya memiliki pilihan pekerjaan yang lebih sedikit.
Sementara perusahaan memiliki standar dan kualifikasi tertentu ketika membuka lowongan. “Di sinilah muncul jarak,” terangnya.

Alasannya, industri membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi tertentu. Sementara sebagian masyarakat belum memiliki kemampuan yang sesuai.

Karena itu, pertumbuhan industri perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Jangan sampai industri berkembang, sementara masyarakat sekitar hanya menjadi penonton,” ucapnya.

Lebih lanjut, dikatakan politisi PKS ini, persoalan pengangguran tidak cukup diselesaikan dengan menunggu perusahaan membuka lowongan. Masyarakat perlu diberi lebih banyak pilihan.

BACA JUGA:Kecelakaan di Gronggong, Pick Up Oleng Tabrak Motor, Korban Luka Berat

“Salah satunya melalui program magang ke luar negeri yang menjadi bagian dari program pemerintah pusat,” tuturnya.

Menurutnya, magang ke luar negeri bukan hanya soal berangkat dan bekerja di negara lain. Ada sesuatu yang lebih penting, yakni pengalaman.

“Peserta bisa belajar keterampilan kerja sekaligus mengenal budaya dan etos kerja di negara tujuan,” tandasnya.  
Pengalaman itu, lanjut Nurholis, bisa menjadi modal ketika peserta kembali ke Kabupaten Cirebon.

Sebab, keberhasilan program magang tidak semestinya hanya dihitung dari berapa orang yang berangkat ke luar negeri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait