Daya Motor

Menang 2-0 Tapi Belum Memuaskan, John Herdman Blak-blakan Soal Kondisi Timnas Indonesia!

Menang 2-0 Tapi Belum Memuaskan, John Herdman Blak-blakan Soal Kondisi Timnas Indonesia!

John Herdman blak-blakan soal kondisi dan adaptasi pemain Timnas Indonesia-officialjohnherdman/ig-radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM - Timnas Indonesia mengawali langkah di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Singapura, seharusnya menjadi momen pesta bagi para suporter.

Meski berhasil mengamankan tiga poin di laga perdana, pelatih John Herdman menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi, terutama soal proses adaptasi para pemain yang datang dari Eropa.

Namun yang terjadi justru berbeda, laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat 25/09/26 malam itu justru menyisakan banyak pertanyaan.

Dengan skuad yang terbentuk begitu banyak pemain naturalisasi berkualitas Eropa, hasil 2-0 atas Singapura bahkan bermain dengan sepuluh orang sejak awal babak kedua terasa kurang meyakinkan dan jauh dari permainan yang diharapkan.

BACA JUGA: Terungkap! Ini Alasan John Herdman Coret Pemain Persib untuk FIFA ASEAN Cup, Begini Katanya

Sorotan pun langsung mengarah ke taktik dan racikan John Herdman yang dinilai sejumlah pengamat dan suporter belum mampu memaksimalkan potensi besar skuad Garuda yang ada di tangannya.

Dengan hasil positif 2-0 ini dipetik setelah Singapura harus melanjutkan laga dengan sepuluh pemain akibat kartu merah langsung yang diterima bek Safuwan Baharudin.

Dua gol kemenangan Garuda dicetak oleh Ragnar Oratmangoen pada menit ke-13 dan eksekusi penalti Ole Romeny di menit ke-74.

Sepanjang dua babak, skuad asuhan John Herdman melancarkan total 11 percobaan tembakan ke pertahanan Singapura, namun dari 11 kesempatan sepak pojok yang didapat Indonesia, tidak ada satu pun skema yang berhasil.

BACA JUGA: Perpani Kabupaten Cirebon Raih Emas di PATC 2026 Bandung, Jadi Modal Jelang Porprov

Fakta bahwa Indonesia hanya mampu mencetak dua gol padahal melawan tim yang bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari 45 menit langsung memicu diskusi panjang soal efektivitas serangan dan ketajaman lini depan yang belum maksimal.

Menggunakan pertandingan, John Herdman tidak mengelak dari kritik dan justru tampil secara jujur ​​mengakui kekurangan tim di hadapan media.

Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun itu menyoroti satu persoalan utama yang menjadi biang keladi menurunnya intensitas permainan Garuda di babak kedua, yaitu masalah adaptasi pemain diaspora yang baru tiba dari Eropa.

"Kami tidak bisa mempertahankan intensitas setinggi itu terus-menerus. Itulah yang kami pelajari di sini. Pemain kami yang berlabuh dari Eropa beradaptasi secara tiba-tiba," kata Herdman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait