Daya Motor

Terminal Wisata Paniis Kuningan Aktif Lagi, Jadi Transit Bus Besar

Terminal Wisata Paniis Kuningan Aktif Lagi, Jadi Transit Bus Besar

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar mengaktifkan kembali Terminal Wisata di Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan.-Agus Sugiarto -Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM – Terminal Wisata Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, kembali diaktifkan. 

Pemerintah menyiapkan terminal ini sebagai titik transit bus wisata sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan menuju sejumlah destinasi menggunakan kendaraan berukuran lebih kecil.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan menata transportasi wisata sekaligus menyesuaikan jenis kendaraan dengan kapasitas jalan menuju objek wisata.

Kepala Dishub Kabupaten Kuningan H Mochamad Nurdijanto SH MSi mengatakan, tidak semua akses menuju kawasan wisata mampu menampung kendaraan berukuran besar dengan tonase tinggi.

BACA JUGA:Head to Head Indonesia VS Thailand, 35 Laga Jadi Saksi, Final FIFA ASEAN Cup 2026 Siap Menanti

Karena itu, bus wisata nantinya cukup berhenti di Terminal Wisata Paniis. Wisatawan kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan kecil yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi jalan.

Rencana tersebut disampaikan Nurdijanto seusai menghadiri puncak HUT ke-34 Kecamatan Pasawahan sekaligus peluncuran kembali Terminal Wisata Paniis, Sabtu (3/10/2026).

Bus Besar Hanya Sampai Terminal Paniis

Nurdijanto menjelaskan, pola transit menjadi salah satu solusi untuk mengatur pergerakan kendaraan wisata menuju destinasi yang memiliki akses jalan terbatas.

BACA JUGA:Jangan Terjebak Gengsi! Simak, Ini 5 Cara Memilih HP Sesuai Kebutuhan

BACA JUGA:iPhone vs Android Flagship, Mana yang Lebih Jago Buat Konten? Ini Jawabannya

Dengan skema tersebut, bus berukuran besar tidak perlu masuk hingga ke lokasi wisata. Wisatawan akan berpindah menggunakan kendaraan yang lebih kecil.

“Jadi parkir di Subterminal Paniis. Nanti untuk ke tempat-tempat wisata yang dituju menggunakan mobil kecil,” ujar Nurdijanto.

Menurutnya, pengaturan kendaraan juga penting untuk menjaga kondisi infrastruktur jalan. Kendaraan dengan tonase besar yang masuk ke ruas jalan berkapasitas terbatas berpotensi mempercepat kerusakan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait