Imigrasi Cirebon Luncurkan IRON SIGRA, Libatkan 42 Desa untuk Cegah TPPO Cegah Perd
Imigrasi Cirebon meluncurkan IRON SIGRA dan memperkuat 42 desa binaan. -Ist-
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon meluncurkan inovasi IRON SIGRA (Sistem Pemetaan Keimigrasian Terintegrasi).
Program ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan keimigrasian sekaligus mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga tingkat desa.
Peluncuran IRON SIGRA tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Sosialisasi Desa Binaan Imigrasi.
BACA JUGA:Overstay 62 Hari di Kuningan, WNA Asal Australia Dideportasi Imigrasi Cirebon
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai aturan keimigrasian, penggunaan dokumen perjalanan, serta prosedur bekerja ke luar negeri secara resmi.
Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pencegahan TPPO dan tindak pidana penyelundupan manusia (TPPM), termasuk mengenali modus perekrutan pekerja migran nonprosedural.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat, Syahrioma Delavino, mengatakan pengembangan IRON SIGRA dilatarbelakangi tantangan pengawasan keimigrasian di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon.
Wilayah pengawasan tersebut mencakup Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Indramayu.
Menurut Syahrioma, luasnya wilayah kerja, dinamika keberadaan dan mobilitas orang asing, serta data dan informasi yang masih tersebar di berbagai fungsi membutuhkan sistem pengawasan yang terintegrasi dan berbasis informasi.
"Melalui IRON SIGRA, desa binaan dan PIMPASA diarahkan untuk tidak hanya berperan sebagai sarana pembinaan dan edukasi, tetapi juga berkembang menjadi simpul informasi dan deteksi dini berbasis wilayah," kata Syahrioma.
Ia menjelaskan, informasi yang diperoleh dari masyarakat nantinya diharapkan dapat dikelola secara terstruktur, diverifikasi, serta dimanfaatkan sebagai bahan analisis dan tindak lanjut oleh pejabat maupun unit yang berwenang.
Syahrioma mengungkapkan, IRON SIGRA memiliki delapan komponen utama yang saling terintegrasi untuk mendukung pengelolaan informasi keimigrasian.
BACA JUGA:PASPORIA Imigrasi Cirebon Makin Dekat dengan Masyarakat, Ini Lokasi Pelayanannya
Delapan komponen tersebut meliputi digital database, pemetaan wilayah, kanal informasi PIMPASA, knowledge sharing, knowledge repository, after action review, edukasi keimigrasian, dan early warning system.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

