China: Pesawat Siluman J-20 Tidak Dijual

Rabu 07-10-2020,00:01 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

JAKARTA – Pemerintah Cina menyatakan tidak akan pernah mengekspor jet tempur siluman J-20 ke negara mana pun. Setelah J-20 buatan Chengdu debut pada 2011, analis Barat berasumsi bahwa pesawat tempur bermesin ganda yang besar dan bersudut itu akan seperti kebanyakan senjata lainnya, yakni akan menjadi komoditas ekspor.

 

Tapi ternyata Beijing memutuskan untuk mempertahankan kemampuan militer kelas atas J-20 untuk negaranya sendiri. Menurut perkiraan pemerintah Cina, uang tunai yang didapat dari penjualan pesawat itu tak sepadan dengan menyerahkan rahasia pesawat tempur yang dapat menghindari radar tersebut.

 

Bukanlah sebuah kebetulan jika Amerika Serikat mengadopsi kebijakan serupa terkait pesawat tempur siluman F-22 miliknya.

 

Dalam wawancara pada Desember 2014 dengan program berita Phoenix TV Cina, mantan Perwira di kekuatan rudal strategis Beijing, Song Zhongping, mengungkapkan alasan di balik larangan ekspor tersebut.

 

“Ekspor teknologi militer China yang canggih (memang) dilarang. Ini untuk menjaga teknologi generasi kelima J-20 dari tangan musuh,” kata Song dikutip dari National Interest.

 

Alasan itu senada dengan yang dikutip oleh Kongres AS ketika secara resmi melarang penjualan pesawat tempur siluman F-22 pada pertengahan 2000-an. Padahal saat itu, Jepang telah mengajukan pembelian jet F-22.

 

Tapi sepertinya Tokyo terkadang menjadi rekan yang tak dapat diandalkan bagi AS dalam hal teknologi rahasia. Pada 2007, pihak berwenang Jepang menangkap seorang perwira kecil angkatan laut Jepang yang tampaknya mencoba menyampaikan informasi ke Cina di radar Aegis buatan AS.

 

Namun, sisi ironis dari pembatasan penjualan J-20 milik Cina adalah banyak pengamat yang sangat curiga bahwa insinyur Beijing mendapatkan desain pesawat tersebut dari sebagian data yang dicuri oleh peretas Cina dari program pesawat tempur siluman F-35 yang dipimpin AS.

Tags :
Kategori :

Terkait