China: Pesawat Siluman J-20 Tidak Dijual

Rabu 07-10-2020,00:01 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

 

Kendati ukurannya lebih kecil, lebih lambat, dan kurang bisa menghindari radar dibandingkan F-22, AS secara tegas mengatakan, jika rancangan F-35 bisa diekspor dengan aman. Meski terdapat beberapa kekurangan, namun F-35 sudah dibekali dengan sensor canggih dan lapisan penyerap radar.

 

Dalam peristiwa apa pun, Song menjelaskan pembatasan J-20 bagaimanapun juga terhubung langsung dengan larangan ekspor F-22. “Jika suatu hari AS memutuskan untuk mengekspor F-22, China mungkin mempertimbangkan untuk mencabut larangannya juga,” kata Song.

 

Kemungkinan alasannya adalah jika sekutu AS memiliki F-22, maka sekutu Cina juga membutuhkan J-20 untuk menyeimbangkannya. Alasan lainnya, jika F-22 berkembang biak, maka rahasianya pun akan berkembang biak pula dan meniadakan kebutuhan untuk membatasi penyebaran teknologi J-20 yang mungkin serupa.

 

Larangan ekspor J-20 bukan berarti China menyerah pada pasar global yang menguntungkan. Tak lama setelah debut J-20, Shenyang Aircraft Corporation meluncurkan prototipe pesawat tempur siluman FC-31 yang lebih kecil.

 

Tak seperti J-20 yang disponsori pemerintah, FC-31 benar-benar merupakan pesawat yang ingin dijual Shenyang ke luar negeri meski sejauh ini belum ada peminat.

 

FC-31 mewakili peluang Beijing untuk bersaing di pasar dunia untuk kategori pesawat tempur yang dapat menghindari radar. Jika J-20 sensitif seperti milik F-22 AS, maka FC-31 yang dikomoditasi serupa dengan F-35 AS.

 

Angkatan Udara Cina mulai menerima salinan J-20 untuk digunakan di garis depan pada 2017, 12 tahun setelah F-22 mulai beroperasi. Pada akhir 2019, setidaknya ada 13 J-20 yang sudah beroperasi. Pihak angkatan udara juga telah memfokuskan upayanya untuk mengganti mesin AL-31 Rusia dengan WS-10 yang dibuat khusus. (der/fin)

 

https://www.youtube.com/watch?v=ChH_krD0fBA
Tags :
Kategori :

Terkait