Menurut dia, mahluk gaib penunggu batu babi dan pohon besar tersebut sudah pindah seiring perkembangan zaman.
Baca Juga: Kabupaten Zona Merah Covid-19, Kadinkes: Please Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan
“Sekarang penunggunya pindah ke batu yang ada di kebun saya, posisinya ada di belakang batu babi itu,” papar Abah Golay.
Keangkeran dan mitos batu babi sering kali dikaitkan dengan kecelakaan yang kerap terjadi di tanjakan tersebut.
Tanjakan yang panjang ditambah jurang tinggi dengan dasar jurang berisi batu-batu besar, menambah aura mistis di tanjakan tersebut kian kental.
Baca Juga: Gisel: Maaf Saya Bukan Contoh yang Terpuji
Tidak jarang banyak kendaraan besar dengan bobot berat tidak kuat untuk menyelesaikan tanjakan tersebut dan mogok di tengah tanjakan.
“Makanya kalau orang dari luar daerah jika ingin melintas di tanjakan tersebut, setidaknya melemparkan sebatang rokok ke arah batu babi untuk kelancaran dan keselamatan,” ujar sesepuh lain bernama Abah Omo Sutomo. (brd)