JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) mengutuk aksi peledakan bom yang terjadi di Vihara Ekayana, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (4/8) malam. Menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane, perbuatan tersebut jelas merupakan aksi teror yang sangat biadab, meski akibat yang ditimbulkan tidak sampai merenggut nyawa jemaah yang tengah melaksanakan ibadah. \"Perbuatan ini dilakukan orang-orang yang tidak punya rasa kemanusiaan. Pelaku mencoba mengadu domba umat beragama. Di saat umat muslim sedang melakukan ibadah puasa dan sedang sibuk mempersiapkan Lebaran, aksi teror justru mereka tebar,\" ujarnya di Jakarta, Senin (5/8). Untuk itu IPW, mendesak polisi segera mengungkap kasus tersebut hingga tuntas. Dan perlu memastikan apakah kasusnya memiliki keterkaitan dengan teror bom yang gagal diledakkan di Polsek Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat. Sebab ada kesamaaan dari komponennya yang terdiri dari bahan peledak, gotri dan paku. \"Pada 20 Juni 2013 lalu Polsek Rajapolah juga diteror bom panci. Sepertinya target pelaku hendak mengganggu ketenangan warga, sehingga orang-orang yang hendak mudik dan memersiapkan Lebaran dilanda kecemasan dan ketakutan,\" katanya. Melihat dua kasus yang ada, Neta menyimpulkan pembuatan bom tidak sempurna. Artinya pihak yang membuatnya bisa saja orang yang sama dan sedang belajar membuat bom untuk menebar teror. Kedua kelompok tersebut masing-masing pengikut Sigit Qurdowi asal Solo dan kelompok Santoso dari Poso. Sigit diketahui telah tewas dalam penyergapan beberapa tahun lalu di Solo. Namun diduga ia masih sempat merekrut puluhan pengikut karena diketahui aksi teror bom bunuh diri di Polres Cirebon tahun 2011 lalu adalah aksi dari pengikutnya. \"Pertanyaannya kemudian adalah dari mana bahan peledak mereka? Apakah ada persamaan bahan peledak di Polsek Rajapolah dan di Viara Ekayana dengan 250 dinamit yang hilang (saat dikirim dari Subang ke Bogor akhir Juni lalu)? Jika tidak ada, masalahnya mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan,\" ujarnya. Namun jika ada, maka situasinya menurut Neta menjadi sangat mengkhawatirkan. Sebab peledakan yang gagal di Rajahpolah dan di Viara Ekayana bisa dinilai sebagai sebuah ujicoba yang bukan mustahil para pelaku sedang merencanakan sebuah aksi teror besar dengan bahan peledak yang cukup besar yang dimiliki. \"Untuk itu Polri harus segera mengungkap dan menangkap para pelaku agar hal-hal yang tak diinginkan tidak terjadi,\" ujarnya. (gir/jpnn)
Selidiki Keterkaitan Bom Vihara dengan 250 Dinamit Yang Hilang
Senin 05-08-2013,13:31 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,15:11 WIB
4 Pelaku Curanmor di Cirebon Ditangkap Polisi, 2 Lainnya Kabur Tinggalkan Senjata dan Motor Curian
Jumat 13-03-2026,10:02 WIB
Cara Dapat Saldo DANA Gratis Rp120 Ribu dari Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cukup Main Game Ini
Jumat 13-03-2026,10:16 WIB
Jadwal Persib vs Borneo FC: Bojan Hodak Ungkap Kondisi Terkini Skuad Maung Bandung
Jumat 13-03-2026,12:30 WIB
Volume Sampah TPA Kopiluhur Cirebon Melonjak Selama Ramadan, 200 Ton Lebih per Hari
Jumat 13-03-2026,05:01 WIB
Muhammadiyah Resmi Umumkan Idulfitri 2026, Berikut Dasar Penentuannya
Terkini
Sabtu 14-03-2026,04:34 WIB
Situasi Global Memanas, Prabowo Dorong Penghematan BBM di Indonesia
Sabtu 14-03-2026,04:01 WIB
Pertamina Rencanakan Bangun Fasilitas Energi di Cirebon, Pemda Lakukan Kajian Lokasi
Sabtu 14-03-2026,03:31 WIB
Jelang Mudik Lebaran 2026, Polres Cirebon Kota Ingatkan Warga Waspada Pencurian Rumah Kosong
Sabtu 14-03-2026,03:01 WIB
Curanmor di Jagasatru Cirebon, Skuter Metic Milik Warga Raib dari Halaman Rumah
Sabtu 14-03-2026,02:30 WIB