dr Syifa menekankan pentingnya kontrol bagi pasien-pasien TB dan MDR TB dan menghimbau agar pasien-pasien TB dan pasien lainnya agar tidak takut kontrol atau berobat ke Poliklinik RSD Gunung Jati Kota Cirebon pada masa pandemi ini.
Dengan syarat mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Upaya lain yang telah dilaksanakan untuk mencegah penularan Covid-19 adalah pemisahan area pelayanan Covid-19 (zonasi terpisah) dan vaksinasi pegawai.
Upaya penting lainnya adalah melakukan pencegahan penularan Penyakit Tuberkulosis dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diantaranya tidak merokok, memenuhi gizi seimbang, cukup istirahat dan tidak begadang, olah raga teratur dan yang terpenting adalah tidak merokok, baik secara aktif ataupun menghirup asap rokok (perokok pasif). (adv)
Berita dapat didengarkan di sini:
Baca juga:
- Hilang Kendali, Bus Terguling di Tol Cipali saat Hujan Deras
- Nobu Menyesal Pernah Berhubungan dengan Istri Orang
- Ya Ampun! Jambret Ini Bawa Anak dan Istri saat Melakukan Kejahatan
PENYAKIT Tuberkulosis seringkali menyerang paru-paru diharapkan dapat tereliminasi pada tahun 2030. Namun Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 menghambat upaya-upaya itu, sementara waktu terus berjalan.
Upaya pengobatan pasien-pasien TB memerlukan penyesuaian dengan kondisi pandemi ini. Ada kekhawatiran pasien-pasien TB yang akan berobat ke rumah sakit tertular Covid-19 dan menderita sakit yang lebih parah. Padahal upaya eliminasi Tuberkulosis terdiri dari pengobatan dan pencegahan penularan Tuberkulosis.