Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2021, Waktu Terus Berjalan

Rabu 24-03-2021,09:35 WIB
Reporter : Yuda Sanjaya
Editor : Yuda Sanjaya

Pengobatan pasien TB juga harus selalu dipantau oleh petugas. Bahkan seringkali petugas melakukan video call untuk memantau pasien TB minum obat.

 

Oleh karena itu pasien TB secara berkala harus kontrol ke rumah sakit. Pada masa pandemi ini dilakukan penyesuaian waktu kontrol dengan mengatur jangka waktu kontrol menjadi lebih lama, misalnya dari 2 minggu sekali menjadi 1 bulan sekali.

 

Stigma negatif dari lingkungan seringkali menyebabkan pasien TB menjadi sensitif dan mudah marah sehingga juga sering menyebabkan ketidakdisiplinan minum obat. Obat yang banyak dan harus diminum dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan putus obat. Ketika putus obat maka pasien

 

TB berisiko terjadi resistensi obat TB (Multidrug Resisten Tuberkulosis/MDR-TB). Apabila terkena MDR-TB maka pengobatannya akan lebih lama, yaitu sekitar 9-11 bulan.

 

Khusus untuk melayani pasien-pasien MDR-TB, RSD Gunung Jati Kota Cirebon mempunyai Klinik MDR-TB yang didirikan sejak 5 tahun yang lalu dan satu-satunya di wilayah 3 Cirebon.

 

Dokter Spesialis Paru RSD Gunung Jati, dr Syifa Imelda SpP.

 

Selain klinik rawat jalan, juga tersedia ruang rawat inap Jendral Sudirman yang dikhususkan bagi pasien-pasien TB dengan kapasitas 8 tempat tidur untuk pasien TB dan 4 tempat tidur untuk pasien MDR-TB.

 

Klinik MDR-TB dan Ruang Jendral Sudirman terpisah dari klinik dan ruang rawat lainnya dengan tujuan mencegah infeksi silang. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan ventilasi udara dan cahaya yang baik.

 

RSD Gunung Jati Kota Cirebon memiliki dua dokter spesialis paru, yaitu dr Syifa Imelda SpP dan dr Ali Hanafiah SpP.

Tags :
Kategori :

Terkait