\"Ini (ibadah haji di metaverse) tidak mungkin terjadi,\" kata Direktur Departemen Haji dan Umrah Diyanet, Remzi Bircan, seperti yang dikutip dari Hurriyet Daily News.
Bircan menambahkan bahwa ibadah haji harus dilaksanakan di dunia nyata dengan tubuh fisik berada di tanah.
\"Kaki mereka harus menyentuh tanah (ka\'bah),\" imbuhnya.
Hal senada disampaikan oleh Katib PBNU, KH Asrorun Niam Sholeh yang menjelaskan bahwa ibadah haji harus dilakukan secara fisik atau tidak bisa dilakukan secara virtual.
Tidak bisa dalam angan-angan atau mengelilingi gambar ka\'bah, atau replika ka\'bah,\" katanya.
Namun Ka\'bah metaverse ini bisa dimanfaatkan untuk membantu mengenalkan ka\'bah kepada jamaah yang akan melaksanakan ibadah seperti umrah dan haji yang biasanya disebut sebagai manasik haji. (ing)