Rusia Diam-diam Kirim Kapal Selam ke Indonesia

Jumat 04-03-2022,19:40 WIB
Reporter : Iing Casdirin
Editor : Iing Casdirin

 

“Para sukarelawan Uni Soviet di kapal-kapal perang Indonesia itu dipimpin oleh seorang perwira tinggi bernama Laksamana Muda Grigory Chernobay,” tulis Okorokov.

 

Lima bulan kemudian, militer Indonesia merencanakan untuk menginvasi Papua Barat lewat Operasi Jayawijaya. Sebagai bentuk dukungan kongkret, Uni Soviet lantas mengirimkan kembali 6 kapal selam jenis W-nya ke Surabaya, yang diawaki langsung oleh orang-orang Rusia.

 

Sumber Uni Sovyet menyebut armada itu sebagai bagian dari Brigade ke-50 pimpinan Laksamana Muda Anatoly Rulyuka.

 

Begitu sampai di Surabaya, para sukarelawan Uni Soviet itu langsung menurunkan bendera merah-nya dan menggantinya dengan bendera merah-putih. Tak lupa mereka juga menanggalkan seragam Angkatan Laut Uni Soviet lalu secepatnya mengenakan seragam ALRI tanpa pangkat dan lencana apapun.

 

Namun penuturan Okorokov itu agak diluruskan oleh Laskmana Muda (Purn) I Nyoman Suharta, eks anggota Korps Hiu Kencana yang saat itu masih berpangkat letnan satu. Menurut Suharta, para sukarelawan Uni Soviet tersebut sama sekali tidak diberikan seragam ALRI.

 

“Yang saya ingat, mereka berseragam krem untuk bagian atas (sejenis jaket) dan celana abu-abu. Tapi itu jelas bukan seragam ALRI,” ungkapnya.

 

Dua belas kapal selam dan KRI Irian lantas dikirim ke Pelabuhan Bitung (Sulawesi Utara) untuk bersiap menghadapi konfrontasi dengan Belanda. Selama berpangkalan di sana, mereka kerap melakukan patroli di sekitar wilayah pantai Irian.

 

Soal kehadiran dan peran penting orang-orang Rusia itu diakui oleh F.X. Soeyatno. Bahkan tidak sekadar sebagai instruktur, mereka pun terlibat aktif dalam patroli. Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-9 itu bersaksi jika mereka merupakan prajurit bawah laut yang tangguh.

Tags :
Kategori :

Terkait