Pertamina sudah Turunkan Harga Pertamax, Pertalite Kapan? Berikut Penjelasan Pemerintah

Rabu 02-11-2022,20:00 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Moh Junaedi

Radarcirebon.com, JAKARTA – Awal bulan November 2022, sejumlah produsen bahan bakar minyak (BBM) merubah harga produk-produknya.

Menariknya, perubahan ini harga BBM pada produk tertentu, lebih cenderung turun ketimbang naik.

Pertamina misalnya, perusahaan minyak milik negara ini lebih dulu menurunkan harga beberapa produk BBM seperti jenis Pertamax. Penurunan harga BBM itu diikuti turunnya harga minyak dunia dalam sepekan ini.

Namun, timbul pertanyaan mengapa pemerintah belum menurunkan harga BBM subsidi Pertalite di saat harga minyak dunia melandai?  

BACA JUGA:Oknum Nakes Mesum di Puskesmas Kaliwedi Cirebon, Kadinkes: Bukan Perawat

Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan, harga Pertalite baru bisa turun jika harga minyak dunia turun drastis.  

"Pertalite itu kan harganya memang subsidi dan di bawah harga keekonomian, (sekarang) masih jauh dari harga keekonomiannya. Kalau harga minyak turun banget bisa saja (harga pertalite turun)," jelas Tutuka di Jakarta.

Dapat diketahui, Harga Jual Eceran (HJE) Pertalite sebagai jenis BBM khusus penugasan (JBKP) ditetapkan pemerintah Rp10 ribu per liter.

BACA JUGA:PT Indofood Membuka Lowongan Kerja, Terbuka untuk Lulusan D3 dan S1, Nih Formasi dan Syaratnya

Selisih antara Rp10 ribu ke harga keekonomian sesuai formula perhitungan dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 187 K/10/MEM/2019 bakal dibayar oleh pemerintah sebagai kompensasi.

Jika harga keekonomian Pertalite adalah Rp14 ribu, maka kompensasi yang harus dibayar ke Pertamina adalah Rp4.000.

Jika dibandingkan dengan BBM RON 90 lain, harga keekonomian Pertalite cukup bersaing.

BACA JUGA:Oknum Bidan dan Perawat Mesum di Puskesmas Kaliwedi Cirebon, Dinkes: Sudah Dipecat

Sementara, melansir dari Disway.id, Ekonom Indef, Abra Talattov mengatakan sebenarnya pemerintah bisa saja menurunkan harga Pertalite di tengah penurunan harga minyak mentah dunia.

Pasalnya, selama ini narasi yang didengungkan adalah kenaikan harga BBM subsidi itu karena harga minyak dunia yang melambung.

"Saya pikir dalam konteks lebih strategis lagi, dalam konteks makro, untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.”

BACA JUGA:Inilah Penyebab Masuknya Bahan Baku Farmasi yang Memicu Kasus Gagal Ginjal Akut di Indonesia

“Saya pikir penurunan harga minyak mentah ini semestinya direspons pemerintah dengan menurunkan harga BBM subsidi," terangnya.

Menurut Abra, saat pemerintah menurunkan harga Pertalite, maka pemerintah konsisten terhadap kebijakannya sendiri.

"Harga jual BBM subsidi memang didasari oleh pergerakan harga minyak mentah dunia," tandasnya. (jun)

 

Kategori :