Sehingga hal yang perlu diperhatikan adalah lokasi serta memastikan diri berlindung di tempat yang aman.
BACA JUGA:Hari Jadi ke 541, Pemkab Cirebon Bakal Maksimalkan Penanganan Sampah, Banjir dan Jalan
BACA JUGA:Simpan Kendaraan Pribadi, Waktunya Mudik dengan Kereta Api
Petir itu terjadi karena awan yang sarat bermuatan listrik negatif, tertarik dengan listrik positif di bumi untuk segera menetralkan muatannya.
Aliran listrik negatif dari awan ke bumi ini yang dikenal sebagai petir.
Karena segera ingin mencapai bumi, maka petir atau kilat ini akan tertarik untuk menyambar atau melewati benda-benda yang tinggi di permukaan bumi.
Kalau di kota berarti lewat gedung-gedung tinggi, atau kalau di lapangan akan lewat pohon, dan kalau di jalanan akan lewat tiang-tiang listrik atau tiang telepon.
BACA JUGA:Beckham Dipanggil Timnas Indonesia, Disiapkan Menuju Sea Games 2023
BACA JUGA:Longsor di Kuningan, Begini Solusi Bupati Acep untuk Warga Gunung Aci dan Situgede
Ini alasannya mengapa saat hujan petir, kita tidak disarankan berlindung di bawah pohon, atau bermain bola di lapangan terbuka. Hal ini akan membuka peluang untuk tersambar petir.
Jadi, bermain ponsel di dalam rumah selagi hujan petir aman-aman saja.
Yang tidak aman adalah kalau sedang hujan petir, bermain ponsel di lapangan terbuka, dan kemungkinan petir menyambar bukan karena ponselnya, tetapi karena kita menjadi bidang paling tinggi di lapangan.
Yang mungkin menjadi perhatian saat bermain ponsel di dalam rumah saat hujan petir, adalah ketika ponsel terhubung dengan charger ke colokan listrik.
BACA JUGA:BREAKING NEWS: Banjir di Cirebon Timur Senin Dini Hari, Ketinggian Air Hampir 1 Meter
Saat tiang listrik tersambar petir, ada kemungkinan beban listrik bisa memenuhi jaringan listrik rumah dan turut merusak ponsel yang sedang diisi daya.
Jadi kemungkinan terbesarnya, pemilik warung empal gentong di Desa Klangenan yang meninggal dunia karena tersambar petir, bukan karena bermain HP.