MAJALENGKA-Wakil Bupati Majalengka, Dr H Karna Sobahi MMPd menegaskan pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja tidak secara maksimal. \"Perlu diketahui bersama, salah satu program prioritas pasangan Sutrisno-Karna (Suka) Jilid 2 adalah peningkatan tatakelola Sumber Daya Manusia (SDM) di semua lini PNS,\" ujar mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka ini. Menurut dia, yang menjadi patokan dasar dalam menentukan promosi jabatan ke depan antara lain, komitmen, profesionalitas, integritas, moralitas dan disiplin. \"Di dalam Peraturan Pemerintah PP No. 46 tahun 2011 tentang penilaian prestasi kerja PNS ditegaskan bahwa sistem karir dititikberatkan pada sistem prestasi kerja, profesionalis, integritas. Ini berarti PNS sangat terbuka formasinya bagi mereka yang memenuhi kriteria tersebut,\" kata orang nomor dua di Kab. Majalengka ini. Bukan hanya itu, sambung pria asal Desa Malausma ini, sangat terbuka pula bagi PNS yang indisipliner, malas, dan tidak memiliki inovasi bakal terkena pensiun dini. \"Menurut saya tinggal Political Will pembina kepegawaian saja untuk sesegera mungkin menerapkan sistem itu,\" jelasnya. Konsep, strategi dan tatakelola SDM ini, lanjutnya nampaknya sangat strategis untuk direalisasikan secara konsisten mengingat tuntutan kinerja pembangunan Suka Jilid 2 semakin kompleks, manakala tidak dikawal oleh SDM yang handal, kreatif dengan prinsip One Agency One Innovation. Dibagian lain, Wabup Karna menegaskan, pihaknya mengingatkan para PNS tidak terlibat Narkoba dan bila terbukti menggunakannarkotika dan obat-obatan terlarang lainnya (narkoba) akan dijatuhisanksi tanpa pandang bulu. \"Jika terbukti ada pejabat yang dinyatakan positif memakai narkoba, maka sudah pasti pejabat yang bersangkutan akan diberikan sanksi yang berat,\" tegas Wakil Bupati Majalengka Karna Sohibi, kemarin. Menurut dia, efek yang timbul bagi seseorang penikmat narkoba, tidak hanya membahayakan bagi diri pelaku. Terlebih, jika dia merupakan pejabat atau penyelenggara negara yang memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan. Dengan begitu, bukan suatu yang mustahil, setiap kebijakan yang diambilnya itu dapat merugikan masyarakat secara luas.\"Jelas seseorang yang berada di bawah pengaruh narkoba, cenderung mengalami halusinasi. Sehingga setiap karya atau inovasi yang dibuatnya, tidak lagi original. Sebab semua itu muncul di bawah kesadarannya sendiri. Sehingga jika sampai narkoba itu menyentuh kalangan penyelenggara negara, maka dampaknya bisa merugikan masyarakat,\" terangnya. Pihaknya akan terus berkomitmen dalam pemberantasan narkoba yang akhir-akhir ini mulai merambah hampir ke seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali kepada para PNS. Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Kab. Majalengka, sejak awal Pemda Majalengka sudah komitmen dengan pemberantasan peredaran narkoba. \"Wujud semua itu diaplikasikan dengan adanya anggaran di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang sudah terprogram dalam upaya mendukung upaya pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba,\" kata dia. Mengenai pencegahan, sambung Karna, diawali dengan sosialisasi ke sasaran strategis seperti pelajar, pemuda dan masyarakat. \"Kami juga melibatkan stakeholders dan polisi. Mengingat pemberantasan narkoba harus merupakan gerakan masa yang luar biasa,\"ungkapnya. Karna berharap masyarakat harus sadar dan waspada betul dengan barang haram tersebut. \"Kami mengajak kepada masyrakat mari kita katakan tidak untuk narkoba. Bagi para PNS juga jangan sampai mengonsumsi barang tersebut, bila terbukti akan dikenai sanksi,\" ucapnya. Ketua DPD PUI Majalengka ini menambahkan, media cetak dan elektronik juga memiliki peranan penting dalam pemberantasan narkoba dalam melakukan kontrol sosial, pungkasnya.(har)
PNS Bekerja Rendah Bakal Disanksi
Kamis 16-01-2014,07:39 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 02-10-2026,06:15 WIB
Surat Terbuka, Malaysia vs Singapura Dicurigai, FIFA Diminta Menyelidiki
Jumat 02-10-2026,08:34 WIB
Bukan Curang! Kronologi Timnas Indonesia VS Bangladesh yang Dapat Tambahan Injury Time dari 2 Sampai 7 Menit
Jumat 02-10-2026,10:07 WIB
Malaysia Belum Puas, FAM Ngadu ke FIFA soal Tambahan Waktu Indonesia vs Bangladesh
Jumat 02-10-2026,07:26 WIB
Jujur Janggal? Sekjen PSSI Sebut Ada Konspirasi Dibalik Hasil Malaysia VS Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
Jumat 02-10-2026,12:00 WIB
Nasabah CSI Mulai Dihimpun Lagi, Ada Dana Lebih dari Rp20 Miliar yang Dipersoalkan
Terkini
Jumat 02-10-2026,23:55 WIB
Inilah 7 Tanaman Minimalis Indoor Hias yang Cocok Ditanam di Rumah dan Hemat Tempat
Jumat 02-10-2026,23:49 WIB
6 Tanaman Minimalis Indoor Hias yang Tidak Makan Banyak Ruang, Cocok untuk Rumah Kecil, Pas untuk Pemula
Jumat 02-10-2026,23:40 WIB
Pilihan 5 Tanaman Minimalis Indoor Hias yang Hemat Tempat dan Cocok untuk Rumah Modern, Cek Disini
Jumat 02-10-2026,22:00 WIB
Pembangunan Pusat Data AI di Jatiluhur Dihentikan Dedi Mulyadi, Ini Alasannya
Jumat 02-10-2026,21:00 WIB