Sambil berucap, di mana bara api tersebut berhenti, maka tempat tersebut adalah tanah Baduran.
Setelah semua terbakar dan padam, Nyi Mas Baduran kemudian berkeliling untuk memastikan batas-batas wilayahnya.
Akhirnya bara tersebut sampai di wilayah Desa Bojong dan batas Desa Bakung.
Namun penguasa Desa Bakung yang saat itu Kigede Bakung merasa tersinggung, Nyi Mas Baduran disebutnya telah berusaha merampas tanahnya.
Sehingga terjadi perkelahian antara Ki Gede Bakung dengan Nyi Mas Baduran.
Perkelahian Ki Gede Bakung dengan Nyi Mas Baduran, konon berlangsung hingga berminggu-minggu.
Perkelahian keduanya cukup menguras tenaga, sampai pada saat itu Ki Gede Bakung merasa kalah dan mundur.
Namun ada tanaman labu hitam yang tersangkut di kaki Nyi Mas Baduran sehingga terjatuh.
Melihat peluang itu, Ki Gede Bakung menghunuskan kerisnya sehingga Nyi Mas Baduran terluka.
Namun di saat bersamaan, Nyi Mas Baduran juga sempat menusukan kerisnya ke tubuh Ki Gede Bakung.
Akibat tusukan itu, Ki Gede Bakung tewas di tempat, begitu pun dengan Nyi Mas Baduran yang tewas akibat luka yang diderita.
BACA JUGA:Mengenal Ilmu Sirep, Ilmu Hitam dari Masa Lalu yang Sering Digunakan untuk Kejahatan
Tetapi sebelum ajal, Nyi Mas Baduran sempat berpesan, kelak anak cucunya jangan menanam pohon labu hitam di tanah Bedulan.
Pesan tersebut dipatuhi hingga sekarang, masyarakat Bedulan tidak ada yang berani menanamnya.