MAJALENGKA-Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Provinsi Jawa Barat Ir Cornell Prawiradiningrat mengatakan, hampir di semua provinsi di seluruh Indonesia anggaran tidak berpihak pada kepentingan publik karena anggaran habis tersedot untuk belanja pegawai. \"Yang lebih parah lagi, sudah anggaran kecil buat rakyat seperti jamkesmas, Kredit Usaha Rakyat, beasiswa orang miskin dll. Semua anggaran itu tidak utuh, karena adanya penyimpangan,\" kata Cornell saat menjadi pembicara dalam acara saresehan sosialisasi Undang-Undang Desa di Gedung Islamic Center Kabupaten Majalengka, Minggu (2/2). Menurut dia, permasalahan lainnya yang terjadi di pemerintahan kabupaten maupun provinsi kebanyakan menganggap BPK itu sebagai lembaga pencari-cari masalah. Padahal BPK tidak seperti itu. \"Kita ingin agar dalam setiap laporan keuangan setiap pemerintah daerah itu mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualiaan (WTP) bukan Wajar Dalam Pengecualiaan (WDP) seperti pada umumnya,\" tuturnya. Menurut dia, di antara penyebab laporan tidak mendapatkan WTP, karena memang dalam penggunaan anggaran masih banyak persoalan termasuk dalam pengelolaan aset yang dimilikinya. \"Pengelolaan aset itu hampir semua daerah bermasalah. Ini harus segera diperbaiki secepatnya, agar dalam laporan nanti ada peningkatan menjadi WTP,\" sarannya. Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Majalengka, Edy Noor Sujatmiko tidak menampik untuk Kabupaten Majalengka bahwa belanja tidak langsung pada APBD nya masih belum proporsional. \"Kita akui bahwa belanja pegawai itu tinggi. Karena memang jumlah PNS di Majalengka mencapai angka 14 ribu dan penerima sertifikasi guru 8 ribu orang serta tingginya Alokasi Dana Desa (ADD). Ketiga anggaran itulah yang menyedot anggaran menjadi tidak seimbang,\" tuturnya. Tapi meski demikian, permasalahan itu secara bertahap akan segera disesuaikan di antaranya saat ini banyak pegawai yang mengalami pensiun. \"Kalau dipresentasikan APBD Majalengka saat ini belanja tidak langsung 63,37 persen sedangkan belanja langsung 37 persen,\" ucapnya. Mengenai APBD tahun 2014 ini, sambung dia, sebanyak Rp1,9 triliun dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya Rp104 miliar. Besarnya APBD Majalengka itu dikarenakan kemampuan pemda menarik anggaran dari Pemprov Jabar dan pemerintah pusat untuk pembangunan di Majalengka. \"Kalau dirincikan APBD 2014 bisa sebesar itu, bantuan dari Pemprov Jabar sebesar Rp280 miliar yang difokuskan untuk pembangunan infrastruktur, pengairan, kesehatan dan pendidikan. Lalu, Rp120 miliar dari APBN untuk alokasi pendidikan, kesehatan dan infrastruktur jalan,\" ungkapnya.(har)
Banyak Daerah Pengelolaan Asetnya Bermasalah
Senin 03-02-2014,10:45 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 15-03-2026,18:30 WIB
Catat! Jadwal One Way dan Contraflow Tol Saat Mudik Lebaran 2026 Lengkap dengan Lokasinya
Minggu 15-03-2026,20:00 WIB
4 Aplikasi Pantau Kemacetan Mudik Lebaran 2026, Cek Kondisi Jalan Langsung dari HP
Senin 16-03-2026,00:20 WIB
8 Golongan Penerima Zakat Fitrah Jelang Lebaran 2026, Siapa Saja yang Berhak?
Senin 16-03-2026,00:09 WIB
Klasemen Persib Terbaru Usai Ditahan Imbang Borneo FC 1-1
Minggu 15-03-2026,21:00 WIB
Surga Tersembunyi, Ini Dia 8 Tempat Wisata Libur Lebaran di Majalengka Sejuk dan Instagramable
Terkini
Senin 16-03-2026,18:00 WIB
Skutik Adventure Terbaru QJMotor Indonesia Resmi Meluncur, Ini Harga dan Spesifikasi Fort 180 Adventure
Senin 16-03-2026,17:26 WIB
Pejabat Eselon II dan III Dilarang Mudik, Wali Kota Cirebon: Wajib Siaga!
Senin 16-03-2026,17:12 WIB
Kronologi Penemuan Mayat Perempuan di Dukuh Semar Cirebon, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
Senin 16-03-2026,17:02 WIB
DPC Gerindra Kota Cirebon Gelar Bukber dan Santuni Lansia serta Anak Yatim
Senin 16-03-2026,16:30 WIB