MAJALENGKA – Program pendidikan dan pelatihan untuk memenuhi tenaga kerja dibidang industri pabrik tampaknya tidak berjalan maksimal. Pasalnya, tahun 2014 ini, bidang perindustrian di Disperindag KUKM mencatat Kabupaten Majalengka hanya mengikutsertakan 10 orang saja. Kabid Perindustrian, H Asep Iwan Heryawan menyebutkan padahal jumlah kuota yang diberikan setiap kabupaten/kota di Indonesia tahun anggaran 2014 ini mencapai 1.400 peserta. Nyatanya, masyarakat Majalengka yang berminat hanya 10 orang. “Program pelatihan ini padahal sudah dijalankan sejak tahun 2012 lalu. Tetapi peserta di Majalengka cenderung setiap tahun berkurang. Kesepuluh orang tersebut juga satu kelas dengan daerah Lampung,” ujarnya, kemarin. Disebutkan Iwan, tahun anggaran 2013 lalu, peserta di Kota Angin mampu mengirimkan 40 orang. Beberapa teori pelatihan yang diadakan di balai diklat di Jakarta tersebut diprioritaskan pada bagaimana cara kerja di salah satu pabrik garmen. Seperti teori dan kemudian lebih banyak diaplikasikan melalui praktik secara langsung. Terkait cenderung minimnya peserta, padahal instansi terkait sudah memberikan sosialisasi melalui surat edaran baik yang dipasang di papan pengumuman dinsosnakertrans sampai dengan seluruh kecamatan se-Kabupaten Majalengka. Namun, dari data yang masuk hingga akhir Januari lalu mencapai 14 peserta dua di antaranya mengundurkan diri dan dua lainnya pun juga sama akibat mengaku sudah pernah mengikuti pelatihan tersebut. Faktor minimnya peserta juga ditengarai akibat peran dari setiap kasi di masing-masing kecamatan belum bisa mengimplementasikan surat edaran yang telah disebar oleh pihaknya. Beberapa kasi mengaku baru bisa disosialisasikan ke masyarakat ketika ada agenda kegiatan saja. Menurutnya, bagi peserta yang mengikuti program tersebut sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan tenaga kerja mengingat Majalengka kini menjadi daerah industri seperti di wilayah utara. Dalam kegiatan diklat tersebut, selain teori yang diberikan selama dua hari, kemudian para peserta juga diprioritaskan program tahun ini adalah mengoperasikan mesin atau operator garmen dan kesiapan-kesiapan lain seperti cek hasil rajutan. “Pelatihan ini hanya berlangsung selama 20 hari. Nantinya pasca pelatihan ini para peserta mendapatkan sertifikat dan dimagangkan di perusahaan-perusahaan yang tersebar di Indonesia,\" tuturnya. Bahkan, lanjut Iwan, dari peserta tahun lalu sebanyak 40 orang itu sebagian besar sudah menjadi karyawan dan kontrak di pabrik yang berlokasi di Subang. (ono)
Pelatihan Industri Kurang Diminati
Sabtu 15-02-2014,10:42 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 13-03-2026,15:11 WIB
4 Pelaku Curanmor di Cirebon Ditangkap Polisi, 2 Lainnya Kabur Tinggalkan Senjata dan Motor Curian
Jumat 13-03-2026,10:02 WIB
Cara Dapat Saldo DANA Gratis Rp120 Ribu dari Aplikasi Penghasil Uang 2026, Cukup Main Game Ini
Jumat 13-03-2026,10:16 WIB
Jadwal Persib vs Borneo FC: Bojan Hodak Ungkap Kondisi Terkini Skuad Maung Bandung
Jumat 13-03-2026,12:30 WIB
Volume Sampah TPA Kopiluhur Cirebon Melonjak Selama Ramadan, 200 Ton Lebih per Hari
Jumat 13-03-2026,09:35 WIB
29 Kasus Narkoba Terungkap di Indramayu Awal 2026, Polisi Tangkap 36 Tersangka
Terkini
Sabtu 14-03-2026,07:01 WIB
Timnas Indonesia Siap Hadapi FIFA Series 2026, Pemain Dikumpulkan Setelah Lebaran
Sabtu 14-03-2026,06:01 WIB
PGRI Kabupaten Cirebon Bagikan 12.032 Takjil Serentak di 40 Kecamatan
Sabtu 14-03-2026,05:01 WIB
Cuaca Idulfitri 2026 di Jabar: Hujan Masih Berpotensi, Waspadai Longsor di Jalur Mudik
Sabtu 14-03-2026,04:34 WIB
Situasi Global Memanas, Prabowo Dorong Penghematan BBM di Indonesia
Sabtu 14-03-2026,04:01 WIB