BKD Jabar Imbau Tenaga Teknis Non-ASN Database BKN, Segera Daftar Seleksi Tes PPPK Gelombang 2

Jumat 10-01-2025,19:00 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Moh Junaedi

BANDUNG, RADARCIREBON.COM – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat, Sumasna, mengimbau tenaga teknis non-ASN yang terdaftar di database Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk segera mendaftar dalam seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) gelombang kedua.

Pendaftaran seleksi ini akan ditutup pada 15 Januari 2025 pukul 23.59 WIB. Sumasna menegaskan bahwa penting bagi tenaga honorer non-ASN yang terdaftar di database BKN untuk mendaftar dalam seleksi PPPK gelombang kedua, yang akan menentukan status ASN mereka di masa mendatang.

"Ini sangat penting disampaikan, karena dalam data kami, masih banyak tenaga teknis non-ASN yang terdaftar di database BKN yang belum mendaftar, baik di gelombang 1 maupun gelombang 2.”

BACA JUGA:Transfer Pemain: Pascal Stuijk Jadi Target Utama Feyenoord, Siap Gelontorkan Dana 16 Juta Euro

BACA JUGA:Kampung Quran Cirebon Sambut Baik Program Makan Bergizi Gratis

BACA JUGA:Optimis Capai Target 2025, EWF Cirebon Bakal Gencarkan Edukasi

“Keikutsertaan dalam seleksi ini akan menentukan status pengangkatan mereka sebagai ASN PPPK paruh waktu," ujar Sumasna di Bandung, Jumat 10 Januari 2025.

Hingga Jumat malam pukul 00.00, tercatat jumlah pendaftar tes PPPK gelombang 2 mencapai 7.463 orang. Namun, masih ada lebih dari 400 tenaga non-ASN di database BKN yang belum mendaftar.

"Kami mengimbau rekan-rekan yang memenuhi syarat tetapi belum mendaftar untuk segera melakukannya.”

“Jika ada yang mengetahui teman atau rekannya belum mendaftar, segera beri tahu. Pendaftaran gelombang kedua ini sangat mudah, hanya perlu melampirkan salinan KTP dan foto diri," tambahnya.

BACA JUGA:Kartu E-Money Rusak Jangan Dibuang! Saldonya Aman, Begini Cara Mencairkannya!

BACA JUGA:Balungan Sugih Menurut Primbon Jawa: Ini Dia 4 Weton yang Berpotensi Menjadi Kaya Raya

Selain itu, Sumasna menjelaskan bahwa bagi tenaga non-ASN yang tidak mendaftar di gelombang pertama karena keterbatasan formasi terkait syarat pendidikan, pada gelombang kedua ini formasi akan dibuka untuk mereka yang memiliki latar belakang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sementara itu,   mengenai peserta tes gelombang 1 yang lolos. Saat ini   sedang dalam proses pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH), sementara yang belum terperingkat tetap bisa bekerja di instansi masing-masing sambil menunggu regulasi dari pusat untuk pengusulan menjadi PPPK Paruh Waktu.

"Jadi, mereka tetap bisa bekerja karena anggarannya sudah disiapkan dalam APBD Jabar non-belanja pegawai, sambil menunggu regulasi dari pusat untuk diusulkan menjadi PPPK paruh waktu.”

“Dengan demikian, tidak ada pemberhentian kerja bagi yang tidak masuk dalam pemeringkatan seleksi PPPK gelombang 1," jelasnya.

BACA JUGA:Mertua Prabu Siliwangi Ini Ternyata Penguasa Singapura, Negerinya Sangat Maju, Didatangi Para Pedagang Asing

BACA JUGA:Cegah Stunting dan Gizi Buruk, Ini yang Dilakukan Babinsa Kelurahan Kebonbaru

Sumasna mengimbau tenaga non-ASN untuk segera mendaftar dalam seleksi PPPK gelombang 2 dan menyatakan bahwa pihaknya siap melayani pertanyaan atau keluhan terkait proses pendaftaran.

"Jika ada kendala, pendaftar bisa datang langsung ke BKD Jabar atau ke bagian kepegawaian di perangkat daerah masing-masing.”

“Semua proses ini dilakukan sebagai bagian dari penataan tenaga honorer sesuai dengan program pemerintah pusat," pungkasnya.

BACA JUGA:Peduli Pelestarian Lingkungan, PT KAI Daop 3 Cirebon Tanam 200 Pohon di Stasiun

BACA JUGA:Ketum PSSI Sebut Pemilihan 2 Asisten Pelatih Timnas Indonesia Bukan Sepenuhnya Pilihan Patrick Kluivert

Berikut adalah 5 kelompok yang berhak menjadi pendaftar murni pada seleksi PPPK gelombang kedua:

1. Guru non-ASN sekolah negeri yang terdaftar di Dapodik dan minimal sudah mengajar selama 2 tahun.

2. Lulusan PPG yang terdaftar di Kemendikbud.

3. Tenaga kesehatan (nakes) yang sudah bekerja minimal 2 tahun.

4. Tenaga teknis yang sudah bekerja minimal 2 tahun.

5. Formasi pada gelombang 1 yang belum terisi.

BKD Jabar juga membuka nomor Tim Layanan Teknis untuk konsultasi, aduan, dan keluhan di 0812 6028 183 (Hanya melalui pesan Whatsapp). (*)

Kategori :