
Pembatalan tersebut, turut dirasakan langsung pemilik Lion Trans Bus Pariwisata, Roni Sahroni yang berlokasi di wilayah Kabupaten Kuningan.
Roni gagal mendapatkan omzet hingga ratusan juta rupiah, akibat 18 armada bus miliknya dibatalkan salah satu sekolah.
"Ya betul, kita ada belasan order yang cancel mendadak, menjadi kerugian," ungkap Roni Sahroni. (*)