Tanah Longsor di Kabupaten Kuningan Melanda Sejumlah Desa, Rumah Warga

Kamis 10-04-2025,15:30 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

RADARCIREBON.COM – Tanah longsor Kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kuningan akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat beberapa waktu lalu.

Hal ini menyebabkan sejumlah rumah warga terancam terseret material longsor. BPBD Kuningan tidak tinggal diam. Sudah dilakukan penanganan darurat di lokasi.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana. 

Menurut Indra, tanah longsor terjudai di sejumlah titik. Antara lain di Desa Bunigeulis dan Pasiragung Kecamatan Hantara.

BACA JUGA:Korban Dokter Perkosa Pasien di RSHS Bandung Bertambah Jadi 3 Orang

BACA JUGA:Gebrakan Baru Dedi Mulyadi, Perintahkan Sekda hingga Kadis Miliki Desa Binaan

Kemudian di Desa Gunungaci Kecamatan Subang, serta Desa Kutawaringin Kecamatan Selajambe.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tapi sejumlah rumah warga berada dalam kondisi terancam akibat longsor yang terjadi. Kami sudah menurunkan tim assessment dan dukungan logistik ke lokasi," kata Indra, belum lama ini.

Tanah longsor di Desa Bunigeulis, Kecamatan Hantara menyebabkan Tembok Penahan Tebing (TPT) sepanjang 30 meter, ketinggian 7 meter dan lebar 5 meter ambruk. 

TPT tersebut ambruk menimpa jalan dusun dan menyebabkan bangunan rumah di atasnya terancam.

BACA JUGA:Naik Drastis, Penasaran Pendapatan Samsat Sumber Cirebon Sejak Pemutihan Pajak Kendaraan? Cek di Sini

BACA JUGA:Berkat Pemberdayaan BRI, Pengusaha UMKM Asal Sidoarjo Sukses Tembus Pasar Ekspor dan Raup Omzet Ratusan Juta

Dua rumah yang terancam longsoran tanah yakni milik Rohenda (33) dan Sarpawi (83). Selain itu longsoran tanah menimbun kolam ikan milik Oman.

"BPBD bersama aparat desa, TNI, dan Polri langsung bergerak cepat melakukan koordinasi serta pemasangan terpal untuk menutup longsoran. Dua keluarga terdampak telah diungsikan ke rumah kerabat terdekat untuk sementara waktu," tutur Indra.

Bencana serupa yang terjadi di Desa Pasiragung, Kecamatan Hantara, akibat abrasi Sungai Cipedak. Menyebabkan TPT sepanjang 6 meter dengan tinggi 3,5 meter hanyut. 

Kategori :