Adapun tubuh korban yang meninggal, dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon.
"Saat ini kita sedang mengumpulkan data termasuk oleh TKP di tempat kejadian," tegas Kapolres.
Sebagai informasi tambahan, korban sudah bekerja selama 10 tahun di toko mainan yang berlokasi di Jalan Winaon, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon itu.
Sebelumnya, proses evakuasi karyawan toko mainan yang tewas terjepit lift barang, melibatkan Damkar Kota Cirebon, Bhabinkamtibmas, Babinsa, beserta petugas Polres Cirebon Kota.
BACA JUGA:Bukan Gaya-gayaan, Ini Alasan Dedi Mulyadi Pilih Duduk di Kursi Depan saat Berkendara
Menurut Kasi Kesiapsiagaan, Operasi dan Penyelamatan Kebakaran Damkar Kota Cirebon, Nurjaman, proses evakuasi korban tidak menemui kendala.
Lift barang yang menjepit leher korban, berhasil diangkat dengan cara manual untuk mengeluarkan tubuh korban.
"Kami dari Kasi Kesiapsiagaan, Operasi dan Penyelamatan Kebakaran Damkar Kota Cirebon, berhasil mengangkat korban dengan teknik pengangkatan," kata Nurjaman, kepada awak media.
Dijelaskan lebih lanjut, lift barang yang mejepit leher korban, merupakan model lama sehingga mudah diangkat.
BACA JUGA:Ngadu ke DPRD, Puluhan Petani Tambak Minta Uang Panjar PT KPI Dihapus
"Lift barang yang konvensional, bisa menggunakan otomatis dan manual. Tadi atas arahan dari Kapolres juga kita mengangkat lift sesuai cara manual. Sesuai dengan kebutuhan," jelasnya.
Tubuh korban yang terjepit lift barang tersebut, berhasil dikeluarkan Tim Damkar Kota Cirebon tanpa ada kesulitan.
"Faktor kesulitan tidak ada, hanya hawa panas saja di dalam karena pengap," ungkapnya.
Adapun pihak Damkar menerima laporan adanya karyawan yang terjepit lift, diterimanya ketika menjelang siang.
"Laporan yang kita terima sekitar jam 12.00 WIB, namun kami tidak berani mengambil tindakan terlebih dahulu karena menunggu instruksi dari pihak Kepolisian," tambahnya.
Untuk kronologi kecelakaan, Nurjaman belum bisa menjelaskan secara detail.