Dijelaskan lebih lanjut, Budi beserta PKL lainnya mendukung penuh rencana Pemkot Cirebon untuk melakukan penataan kota.
Namun yang menjadi penolakan para PKL Sukalila Selatan saat ini, sebutnya, rencana relokasi ke tempat yang dinilainya tidak strategis.
"Kami perwakilan dari PKL yang ada di Sukalila, apapun itu kebijakan dari pemerintah, kami merespon. Tidak menentang apapun hal itu. Nah yang kami menolak terutama relokasi dalam artian kami akan dibawa kemana," tanya Budi.
Budi mengharapkan, Pemkot Cirebon bersedia melakukan dialog dengan PKL tentang rencana yang bakal dilakukan.
BACA JUGA:Selain Persib, Ini Dia 4 Tim yang Berpeluang Main di Kompetisi Asia, Masih Bersaing Ketat
"Bolehlah bicara tentang masalah pembangunan di sempadan kali yang ada di Sukalila ini. Nah, mungkin pesan kami dari sini dengan rekan-rekan dari pemerintah, mangga, bila perlu kita duduk bersama, ada sosialisasi, kita ngobrol-ngobrol, apakah akan terjun langsung ke sini, apakah kami akan diundang ke sana, kami menunggu, kan begitu," paparnya.
Dari pengakuan Budi, hingga saat ini belum ada sosialisasi atau pemberitahuan yang dilayangkan pihak Pemkot Cirebon kepada para PKL tentang rencana penertiban itu.
Sejauh ini, jelas Budi, masalah penertiban PKL di Sungai Sukalila, hanya ramai di pemberitaan dan media sosial saja tanpa ada kepastian tentang rencana tersebut.
Kondisi tersebut tegasnya, membuat PKL di Sukalila Selatan menjadi tidak nyaman karena terus mendapat sorotan.
"Jangan sampai berita sudah simpang siur di medsos. Pembahasannya kan yang disorot itu tadi. Saya bukan merasa tergangu, tidak. Tapi dengan ada berita seperti itu kami kurang nyaman lah," ucapnya.
Sebelumnya, Walikota Cirebon Effendi Edo berencana melakukan penertiban terhadap PKL yang menempati sempadan Sungai Sukalila.
Menurut Edo--sapaan akrabnya--lokasi tersebut bakal dijadikan taman dan sungai Sungai Sukalila bakal dilakukan pengerukan.
Sementara itu, sejumlah PKL yang menempati lokasi tersebut, bakal dialihkan ke dua tempat yang sudah tersedia.
Edo berencana merelokasi para PKL ke Pasar Balong dan Gunungsari Trade Centre (GTC) sebagai lokasi baru untuk menjual barang dagangan mereka.
"Kita akan kasih tempat di Gunungsari (GTC) atau Pasar Balong," ungkap Effendi Edo usai mengikuti Musrenbang Provinsi Jawa Barat 2025-2029, Rabu 7 Mei 2025 lalu.