CIREBON, RADARCIREBON.COM - Animo masyarakat mengajukan permohonan kartu AK-1 (Antar Kerja) sebagai persyaratan mendaftar pekerjaan yang cukup tinggi, membuat Disnaker mencari cara untuk membantu memudahkan siswa SMA/SMK yang telah lulus untuk mendapatkan Kartu AK-1.
Untuk itulah Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon memberikan layanan jemput bola ke sekolah sekolah. Pantauan Radar, Disnaker turun ke SMK Al Hidayah untuk melayani siswa yang ingin mendapatkan kartu AK-1.
Pengantar Kerja Ahli Pertama, Aldestia SE, didampingi Pengantar Kerja Pertama Yusuf Kurniawan SE kepada Radar, Kamis (22/5) menjelaskan kehadiran Disnaker di SMK Al Hidayah Kota Cirebon ini dalam rangka pelayanan jemput bola ke sekolah sekolah dalam Rangka membantu siswa mendapatkan kartu AK-1.
Jemput bola ini kami lakukan, kata Aldestia sebagai upaya mengurai tingginya animo masyarakat yang mengajukan kartu AK-1. “mulai jemput bola sejak membludak, jadi pengajuan AK-1 tidak tersentral di MPP (Mall pelayanan publik) saja, tapi kami turun ke sekolah sekolah.
BACA JUGA:Oknum Pegawai Imigrasi Cirebon Buronan Kasus Penipuan dan Penggelapan, Korban Rugi Rp340 Juta
Kami saat ini, kata Aldestia, melakukan sosialisiasi ke BKK (Bursa Kerja Khusus), dan BKK bisa mengajukan permohonan AK-1 minimal 20 permohonan.
“Tahun ini jemput bola ke SMK Al Hidayah, saat sekolah lain ada siswa yang ingin AK-1 minimal 20 siswa, kami siap dan akan datang ke sekolah,” ujarnya.
Fungsional Pengantar Kerja Ahli Muda, Muhammad Yani menambahkan, Disnaker melakukan jemput bola ke SMK Al Hidayah, karena kita layani siswa yang ingin mengajukan AK-1, walaupun ada siswa warga Kota dan Kabupaten Cirebon, kami tetap memberikan pelayanan .
Untuk siswa yang Warga Kota tercatat sebanyak 25 orang yang mengajukan AK-1 dan langsung cetak. Sedangkan untuk siswa tapi warga kabupaten maka pandu secara online sebanyak sekitar 5 siswa.
BACA JUGA:Walikota Tekankan Keunggulan Budaya dan Heritage Kota Cirebon di Regional Summit Rebana
Setelah dipandu secara online, mereka dipersilahkan ke Disnaker Kabupaten untuk melakukan pencetakan. Siswa dari Kabupaten mengapa harus dicetak kabupaten karena mesti ada verifikasi dari Disnaker kabupaten. Berbeda dengan Disnaker kota bisa langsung mencetak kartu AK-1.
Pihaknya juga menyarankan Sekolah lain bisa mengajukan ke Disnaker untuk difasilitasi pelayanan AK-1. Waktu yang dibutuhkan saat Pengisian data online 10 menit karena disitu ada up load KTP, ijazah atau surat keterangan lulus. Dan proses pencetakan kurang dari 5 menit.
Yani tidak menampik tingginya warga yang mengajukan AK-1, Terkadang mengalami gangguan sistem di server kemenaker. Beberapa hari lalu sempat mengalami gangguan, tapi oleh kemenaker Server langsung sudah ada penambahan.
Yani membeberkan, triwulan 1 tahun 2025 tercatat pembuat AK-1 sebanyak 274, setelah kelulusan 5 Mei 2025 sampai sekarang sehari antara 50-60 pemohon AK-1. Diperkirakan masih tinggi pemohon sampai bulan Juni, dan mulai melandai Juli-Agustus 2025. “Pemohon terbanyak tetap SMA/SMK, justru dari lulusan perguruan tinggi sangat sedikit,” pungkasnya. (abd)
BACA JUGA:SMPN 11 Cirebon Bantah Potong Dana PIP, Mengaku Tak Terlibat Proses PIP DPR