Pilu, Gara-gara Biaya Sekolah, Pelajar Nekat Minum Racun

Senin 09-06-2025,13:44 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Asep Kurnia

Untuk itu, dirinya bekerja sampingan menjadi pelayan toko buah dengan upah Rp20 ribu per hari.

BACA JUGA:Pemkab Majalengka Luncurkan 6 Misi Pembangunan, Apa Saja?

BACA JUGA:Legenda Timnas Jepang Sebut Laga Melawan Indonesia Tidak Penting tapi Harus Menang, Kata-katanya Lugas

Namun uang yang dikumpulkan selama 15 hari menjadi pelayan toko buah, dinilainya belum mencukupi untuk semua keperluan sekolah.

"Sementara pendaftaran sudah dekat, artinya dia depresi. Dia ingin sekolah tetapi uang yang didapatnya sangat tidak mencukupi. Makanya dia putus asa dan minum racun," jelas Ahmad Fauzan.

Karena biaya untuk kebutuhan sekolah tidak mencukupi, Maonyq prustasi kemudian nekad minum pembersih lantai pada Jumat, 6 Juni 2025 sekitar pukul 23.30 WIB

Beruntung, sekitar pukul 00.00 WIB, salah satu temannya yang bernama Dias, mengetahui tindakan Maonyq dan berhasil membawanya ke rumah sakit sehingga terselamatkan.

BACA JUGA:Di Kuningan, Car Free Day Diisi Acara Kesenian Anak-Anak

BACA JUGA:Cirebon Junior League U-12: AK Foundation Hajar Gemilang 6-0

Diterangkan Ahmad, Maonyq merupakan pelajar yang pintar. Pernah juga menjadi santri di Ponpes Madinatun Najah, Kota Cirebon dan pandai berpidato Bahasa Inggris.

"Karena kemiskinan akhirnya tidak dapat melanjutkan pendidikan," tambahnya.

Namun begitu, Maonyq bertekad untuk kembali bersekolah pada tahun ajaran baru ini tetapi kembali terkendala biaya.

Ahmad berharap, dengan kemampuan yang dimiliki kliennya itu, pemerintah turun tangan untuk menempatkannya di sekolah favorit.

BACA JUGA:Cirebon Junior League U-12: AK Foundation Hajar Gemilang 6-0

"Saya harap karena Monyq memiliki kecerdasan khusus pandai berpidato Bahasa Inggris, ada privilege (hak istimewa) untuk ditempatkan di SMA favorit," harapnya.

Klarifikasi SMAN Tengah Tani

Kategori :