Di hadapan media, Bupati Dian bakal menindaklanjuti hasil investigasi yang telah dilakukan oleh tim gabungan.
Adapun tim gabungan yang dilibatkan dalam menyelidiki kasus tersebut, terdiri dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kuningan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Kuningan, Kabag Hukum Sekda Kabupaten Kuningan, Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan anggota IDI Cabang Kuningan, Dewan Pengawas RSUD Linggarjati, Ikatan Bidan Indonesia dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
"Menindaklanjuti secara maraton hasil investigasi kami dari beberapa hari yang lalu, menilai bahwa perlu dilakukan investigasi lebih lanjut atas kematian mendadak janin atas nama pasien Nyonya IR," ucap Bupati Dian.
Untuk itu, sambung Bupati Dian, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan akan meminta bantuan Majelis Disiplin Profesi untuk menindaklanjuti penyelidikan kasus tersebut.
Adapun yang menjadi pertimbangan, Majelis Disiplin Profesi merupakan instansi yang tepat dan idependen untuk mengungkap kasus tersebut.
"Untuk menjaga indepedensi, netralitas dari Majelis Disiplin Profesi, kami memberikan ruang seluas-luasnya kepada tim untuk melakukan penyelidikan dan investigasi," sambung Bupati Dian.
Dalam kasus bayi meninggal di rumah sakit ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan belum bisa menetapkan siapa yang paling bertanggungjawab atau bersalah.
Bupati Kuningan menegaskan, masih menunggu hasil investigasi lanjutan yang bakal dilakukan oleh Majelis Disiplin Profesi.
"Sekali lagi, kami menunggu, menanti sampai keputusan tetap," ucapnya.
Pada kesempatan itu, sebagai orang nomor satu di Kuningan, Bupati Dian mengucapkan permohonan maaf atas musibah yang menimpa pasangan Andi dan Irmawati.
Kejadian di salah satu rumah sakit milik daerah itu, secara tidak langsung sudah membuat masyarakat resah.
Untuk itu, Bupati Dian berkomitmen untuk terus pembenahan dan melakukan peningkatan pelayanan baik di RSUD Linggarjati maupun rumah sakit lainnya.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di RSUD Linggarjati khususnya dan di rumah sakit daerah pada umumnya,"janji Dian.
Kasus bayi meninggal yang menjadi perhatian nasional ini, jelas Dian, sudah menjadi pukulan bagi pemerintah daerah untuk melakukan pembebahan.
Kejadian tersebut, sambung Dian, menjadi pelajaran berharga bagi jajaran pemerintahan untuk terus melakukan peningkatan pelayanan dalam segala bidang.
"Harus menjadikan kita semua bahwa pelayanan harus ditingkatkan tidak hanya di bidang kesehatan tetapi semua pelayanan yang diberikan oleh pemerintah daerah untuk masyarakat Kabupaten Kuningan," paparnya.