Beberapa pihak meminta PSSI segera merespons dengan bijak, sambil mengingatkan pentingnya edukasi kepada suporter agar kejadian serupa tidak terulang.
Ajang Piala Mandiri ASEAN U-23 seharusnya menjadi panggung bagi bakat muda Asia Tenggara untuk unjuk gigi dan mempererat persahabatan antarbangsa.
Namun insiden seperti ini membuktikan bahwa rivalitas suporter bisa berubah jadi bara api jika tidak dikelola dengan baik.
BACA JUGA:Saldo Gratis Cuma Klik Link? Ini Fakta Mengejutkan di Balik Dana Kaget!
Perlu pendekatan yang lebih baik, termasuk membangun budaya suporter yang lebih dewasa dan sportif.
Saat ini, semua mata tertuju pada bagaimana AFF dan AFC akan merespons laporan FAM tersebut, serta sikap resmi dari PSSI.