Untuk mendukung ketahanan pangan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) sebesar Rp200 juta atau setara 15 ton beras pada tahun 2025.
BACA JUGA:Lakalantas di Indramayu, Pengendara Sepeda Motor Tabrak Belakang Truk
BACA JUGA:Kartu Brizzi jadi Penolong Ampuh, Tak hanya untuk Bayar Tol Saldo Bisa Digunakan Bayar Listrik
Namun demikian, Bupati Dian mengakui bahwa cadangan pangan di tingkat desa belum dialokasikan oleh masing-masing pemerintah desa.
"Dengan keterpaduan program dan dukungan anggaran yang fokus, kami optimistis seluruh strategi ini akan mendorong peningkatan IPM, PDRB per kapita, serta mempercepat pencapaian target pembangunan sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2029,” pungkasnya.
Dijelaskan lebih lanjut, bahwa berbagai program unggulan telah dirancang dan diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan dan pembiayaan secara berkelanjutan bagi pelaku UMKM dan petani.
Di antaranya adalah program Pemberdayaan Sanggar Ekraf dan Usaha Rakyat (Pasar Raya), Digitalisasi Pasar Desa, Jaringan Irigasi Walatra Cai Tani Mukti (Jawara Tani).
Selain itu, penataan Alun-alun Desa melalui Program Nata Daya yang dikembangkan sebagai pusat ekonomi sekaligus daya tarik wisata berbasis potensi lokal.
"Seluruh program tersebut dirancang tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi berkesinambungan dan terhubung langsung dengan strategi penanggulangan kemiskinan dalam RPJMD 2025–2029. Fokus utamanya adalah masyarakat miskin dan rentan, khususnya UMKM kecil dan petani desa," ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa untuk memastikan efektivitas program, penetapan sasaran dilakukan berdasarkan data kemiskinan yang valid, agar setiap intervensi tidak bersifat sporadis melainkan memberi dampak nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat secara terukur.